Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jelang Ramadan, PD Muhammadiyah Bojonegoro Instruksikan Tak Pakai Pengeras Suara Jika Terjadi Perbedaan Awal Ramadan

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 28 Februari 2025 | 19:35 WIB
Infografis Persiapan Ramadan 1446 Hijriah (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis Persiapan Ramadan 1446 Hijriah (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sebanyak 111 Masjid, Musala, dan amal usaha Muhammadiyah akan mulai melaksanakan salat tarawih malam ini (28/2).

Untuk menjaga kerukunan dan solidaritas jika terjadi perbedaan awal Ramadan. Muhamdiyah menginstruksikan melarang memakai pengeras suara. Sedangkan, untuk NU masih menunggu hasil rukyatulhilal dan sidang isbat hari ini (28/2).

Wakil Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Bidang Kebijakan Publik Sholikin Jamik mengatakan, setelah dilakukan pendataan, ada sekitar 111 Masjid, musala, dan ruang-ruang kelas di amal usaha Muhammadiyah di Bojonegoro yang siap melaksanakan salat tarawih malam hari ini (28/2).

Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari tempat beribadah hingga imbauan untuk masyarakat Muhammadiyah. Seperti, untuk kebersihan hingga instruksi untuk menjaga kerukunan dan solidaritas. Terlebih, apabila terjadi perbedaan awal Ramadan antara Muhammadiyah, NU, dan pemerintah.

‘’Paling kami persiapkan bila nanti ada perbedaan, untuk menjaga kerukunan dan solidaritas. Tentu kami instruksikan, tidak boleh memakai pengeras (suara) yang terlalu tinggi. Untuk menjaga solidaritas,’’ terangnya.

Remaja Masjid Agung Darussalam Bojonegoro Munawar mengatakan, Masjid Agung Darussalam telah melakukan persiapan untuk menyambut bulan Ramadan. Termasuk, persiapan untuk berbagi buka bersama kepada para jemaah.

‘’Menyiapkan buka bersama untuk jemaah sebanyak 500 porsi,’’ ujarnya.

Dia melanjutkan, untuk kegiatan yang bersifat ubudiyah. Setiap hari diadakan kajian kitab riyadhus shalihin. Tepatnya, setiap menjelang berbuka.

Kemudian, pada malam harinya dilaksanakan salat maktubah secara berjemaah dan dilanjut tarawih berjamaah.

‘’Setelah salat subuh juga ada kuliah subuh. Sementara, untuk salat Jumat, kami mendatangkan Kiai atau penceramah dari luar kota,’’ lanjutnya.

Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Zainal Arifin mengimbau, masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban di awal Ramadan ini.

Serta, saling menghormati. Untuk orang-orang yang tidak berpuasa, bisa menghormati yang berpuasa. Pun sebaliknya, yang berpuasa juga harus menghormati yang tidak berpuasa.

Terkait awal Ramadan, akan dilakukan rukyatulhilal hari ini (28/2) di Bukit Wonocolo, Kecamatan Kedewan. Kemudian, untuk penetapan, menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah.

‘’Saling menghormati karena situasinya seperti ini,’’ pungkasnya. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#ramadan #salat tarawih #wonocolo #tarawih #Kemenag Bojonegoro #puasa #masjid agung darussalam #kedewan #PD Muhammadiyah #kemenag #sidang isbat #bojonegoro #muhammadiyah #sholikin jamik #RukyatulHilal #berbuka #pengeras suara #nu #kajian kitab