BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sebanyak 1.558 calon jemaah haji (CJH) regular dan sekitar 480 CJH cadangan Bojonegoro menunggu turunnya Keputusan Presiden (Keppres) Biaya Haji 2025. Proses pelunasan belum bisa dilakukan selama keppres tersebut belum turun.
Kasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Abdulloh Hafidz mengatakan, besaran biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) di Jawa Timur belum ditentukan hingga saat ini. Begitupun untuk waktu pelunasan haji. Karena masih menunggu keppres turun.
‘’Masih menunggu, perkiraan pertengahan Februari ini (Keppres turun),’’ ujarnya.
Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masyarakat Madani Bojonegoro Sholikin Jamik mengatakan, keppres biaya haji sangat ditunggu para CJH.
Mengingat, keppres itu jadi acuan kepastian hukum terkait biaya pelunasan perembarkasi. Sehingga, para CJH sangat menunggu turunnya keppres untuk mendapat kepastian dan bisa segera melakukan pelunasan biaya haji.
‘’Kami juga sangat menunggu.’’ ujarnya.
Dia melanjutkan, seharusnya keppres ini sudah harus turun pada Februari. Sehingga, pada 1 Maret yang sudah memasuki bulan puasa nanti sudah selesai untuk tahapan yang pertama. Apabila belum akan merepotkan pada proses berikutnya.
Para CJH Bojonegoro saat ini sudah melaksanakan manasik di KBIH masing-masing. Selain itu, tes kesehatan juga telah selesai dilakukan. Tinggal menunggu hasil akhir dan pernyataan istita’ah. Di samping itu, proses pembuatan paspor dan biovisa juga terus berlanjut. Dengan turunnya keppres, tentu akan mempercepat proses selanjutnya dari tahapan persiapan keberangkatan haji ini.
‘’Saat ini semua CJH sudah tes kesehatan, tinggal menunggu dinyatakan istitaah atau tidak. Kemudian, dilanjutkan untuk pelunasan haji yang menunggu keppres biaya haji 2025,’’ pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana