Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Alokasi Pupuk Subsidi Bojonegoro Menurun, Hanya 58,98 Persen Dari Usulan 2025

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 15 Januari 2025 | 20:16 WIB
Ilustrasi Pupuk
Ilustrasi Pupuk

 

ALOKASI pupuk subsidi di Bojonegoro mengalami penurunan sebanyak 4.615 ton pada tahun ini. Tepatnya, dari total subsidi sebanyak 120.687 ton pada 2024 berkurang menjadi 116.072 ton pada 2025.

Alokasi pupuk subsidi di Bojonegoro pada tahun lalu sebesar 75,75 persen. Namun, pada tahun ini hanya mencapai 58,98 persen dari jumlah usulan pupuk subsidi di Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK).

Berdasar data DKPP Bojonegoro, alokasi pupuk subsidi di Bojonegoro mencapai 120.687 ton pada 2024. Meliputi, alokasi pupuk urea sebanyak 60.300 ton, NPK sekitar 45.946 ton, dan organik sekitar 14.441 ton.

Kepala Seksi (Kasi) Pupuk dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) DKPP Bojonegoro Tatik Kasiati menyampaikan, jumlah usulan pupuk subsidi dalam E-RDKK sebesar 196.787 ton pada 2025. Namun, untuk alokasi hanya sekitar 116.072 ton atau 58,98 persen dari jumlah usulan.

Dengan rincian, usulan jenis pupuk urea dalam E-RDKK sebanyak 65.661 ton, hanya teralokasi 55.893 ton atau 85,12 persen. Kemudian, dari jumlah usulan pupuk NPK 72.644 ton, teralokasi 42.141 ton atau 58,01 persen. Terakhir, pupuk organik yang diusulkan sekitar 58.482 ton, hanya teralokasi 18.038 ton atau 30,84 persen dari usulan.

’’(Faktor penyebab turunnya alokasi pupuk subsidi) karena mengikuti alokasi yang diberikan oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Woko petani asal Kecamatan Dander mengatakan, penurunan pupuk subsidi tentu meresahkan petani. Mengingat, tanaman membutuhkan pupuk untuk bisa tumbuh subur dan berbuah maksimal.

Jika pupuk subsidi yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan petani, maka tidak sedikit petani akan mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli pupuk nonsubsidi dengan harga yang lebih mahal. ’’Jumlah pupuk yang tidak mencukupi akan menyulitkan petani,” katanya. (ewi/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pupuk subsidi #pupuk urea #usulan #pupuk nonsubsidi #E-RDKK #alokasi pupuk #subsidi #alsintan #Pupuk NPK #tanaman #organik #pupuk #Alokasi #bojonegoro #NPK #Pupuk Organik