BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Calon jemaah haji (CJH) Bojonegoro 2025 tengah menjalani proses biovisa. Dilakukan secara bergilir dengan jumlah jemaah sekitar 100 orang per hari di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro.
Dalam perekaman biometrik terdapat kendala sidik jari dan wajah yang sulit terbaca. Khususnya, bagi para CJH lanjut usia (lansia). ’’Ada kendala seperti wajah dan sidik jari yang sulit terbaca,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Bojonegoro Abdullah Hafidz.
Perekaman biometrik dilakukan secara online melalui aplikasi Saudi Visa Bio. Meliputi, scan retina mata, sidik jari, dan rekam wajah. Terdapat beberapa permasalahan dalam proses rekam biometrik para CJH lansia. Seperti, sidik jari dan wajah yang sulit terbaca.
Sehingga, perlu dilakukan berulang hingga berhasil terekam. ’’Kendala rerata terjadi pada CJH lansia, kalau (CJH) muda lancar,” lanjutnya. Menurut Hafidz, kendala sidik jari diatasi dengan menggunakan arang pensil. Jadi, jari tangan CJH yang sulit terbaca diolesi dengan arang pensil agar sidik jari bisa terlihat jelas. Dengan begitu bisa terekam dalam aplikasi.
Sedangkan, kendala wajah proses perekaman dilakukan hingga berulang kali sampai berhasil. Scan wajah sulit teridentifikasi karena terkadang terdapat perbedaan antara foto sebelumnya dengan saat ini.
Misalnya, kantung mata yang menebal atau kelopak mata menghitam. ’’Kendala wajah dan sidik jari yang sulit terbaca bisa diatasi dengan kesabaran,” pungkasnya. (ewi/bgs)
Editor : Hakam Alghivari