BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pos pemadam kebakaran (Damkar) di Kecamatan Ngasem hingga Kamis (5/9) masih tampak kosong dan tidak ada aktivtas petugas pemadam. Padahal pos damkar baru tersebut rencananya bakal beroperasi pada September tahun lalu (2023), bersamaan dengan pos damkar di Kecamatan Sumberrejo.
Namun, dua pos bantu dengan total anggaran sekitar Rp 1,58 miliar itu mangkrak selama setahun, diduga karena belum adanya proses serah terima dari dinas terkait.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Dindamkarmat) Achmad Gunawan membenarkan belum beroperasinya dua pos bantu damkar baru di dua kecamatan tersebut. Menurutnya, saat ini masih menunggu proses serah terima. ’’Kami masih menunggu serah terima dari dinas cipta karya,” ungkapnya.
Gunawan menambahkan, bahwa tidak ada kendala dalam pengoperasian dua pos tersebut. Namun hal tersebut tentu perlu prosedur. Selain itu, bila telah selesai serah terima, pihaknya berjanji bakal segera menempati. ’’Kalau secepatnya kami terima, ya kami operasionalkan,” imbuhnya.
Sementara itu, anggota DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto menyampaikan, bahwa pihaknya telah mengonfirmasi belum adanya proses serah terima dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro. ’’Pihak damkar masih menunggu serah terima dari dinas cipta karya,” terangnya.
Namun, Supriyanto melanjutkan, meski belum ada serah terima, namun pengoperasian bisa dilakukan dengan cara pinjam pakai. ’’Sementara, Damkar mau mengajukan pinjam pakai, dan segera akan dioperasionalkan,” imbuhnya.
Diketahui, pembangunan gedung pos bantu pemadam kebakaran di Kecamatan Ngasem dan Sumberrejo telah dikerjakan tahun 2023. Berdasar data layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), nilai pagu keduanya masing-masing sebesar Rp 945 juta.
Pos Ngasem dikerjakan CV Santara Indotama dengan nilai kontrak Rp 800.736.806, dan Pos Sumberrejo dengan nilai kontrak Rp 787.491.463 dikerjakan oleh CV Dua Raka AR. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana