Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pelanggan Keluhkan Macetnya Air PDAM, PDAM Klaim Mengalir Lancar

Hakam Alghivari • Rabu, 1 Mei 2024 | 20:00 WIB
MAMPET: Pelanggan sedang membuka kran air, tapi airnya tak mengalir.
MAMPET: Pelanggan sedang membuka kran air, tapi airnya tak mengalir.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Masyarakat Kecamatan Kedungadem mengeluh tidak mengalirnya air saluran perusahaan daerah air minum (PDAM). Disebut sudah berlangsung sejak tiga bulan terakhir. Padahal, penagihan pembayaran selalu dilakukan.

Sedangkan, pihak PDAM membantah tidak mengalirnya air hanya ketika banjir. ‘’Sebelumnya menyala mati. Tiga hari menyala dan tiga hari mati. Tapi, tiga bulan terakhir ini tidak mengalir,’’ ujar Amin Tohari warga Desa Babad, Kecamatan Kedungadem Senin  (29/4).

Dia melanjutkan, peristiwa terjadi hampir di seluruh desa se-kecamatan setempat. Seperti Desa Drokilo, Babad, hingga Tumbrasanom. Padahal, menurut Amin sapaannya, masyarakat sangat membutuhkan air tersebut.

Jika, tidak mengalir maka, warga pengguna PDAM harus membeli. Satu jirigen dibandrol Rp 5.000. Sedangkan, kebutuhan mencapai enam jirigen setiap harinya. ‘’Tinggal dihitung. Bisa mengeluarkan Rp 30 ribu per hari untuk air. Total mencapai Rp 900 ribu per bulan,’’ katanya.

Padahal, ujar dia, penagihan pembayaran selalu dilakukan meski air tidak mengalir. Dia mengklaim, masyarakat telah menyampaikan keluhan kepada petugas penagihan namun, belum ada tanggapan. Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Direktur PDAM Tirta Buana Bojonegoro M. Choirul Anwar mengatakan, terkait penagihan tidak dikakukan untuk bulan ini. Melainkan tunggakan di bulan-bulan sebelumnya.

Dia membantah, air PDAM di Kecamatan Kedungadem tetap mengalir. Sumbernya berasal dari Desa Jono, Kecamatan Temayang. Hanya waktu tertentu air tidak mengalir. Yakni ketika hujan deras dan banjir mengakibatkan air menjadi keruh. ‘’Kalau keruh tidak kami distribusikan. Hanya ketika itu,’’ terangnya. Untuk mengantisipasi kekeringan atau tidak mengalirnya air ke depan, dia menyebutkan, dapat teratasi dengan adanya Waduk Gongseng. (yna/msu)

 

 

Editor : Hakam Alghivari
#bojonegoro #air pdam #Air Macet