BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Idul Fitri tinggal hitungan jari. Warga mulai meramaikan pusat perbelanjaan untuk kebutuhan lebaran. Termasuk toko perhiasan.
Namun, transaksi di toko perhiasan didominasi tukar tambah dan penjualan.
‘’Seminggu jelang lebaran ini banyak kunjungan ke toko kami,” tutur Hanny Tejo Kusumo penjual emas Pasar Kota Bojonegoro kemarin (3/4).
Menurut Hanny, kunjungan tersebut naik sekitar 10-15 persen dibanding hari-hari sebelumnya. Tidak hanya untuk membeli, banyak pengunjung melakukan penjualan atau tukar tambah emasnya.
‘’Bahkan, rerata yang ke sini menjual atau tukar tambah,” jelasnya.
Dia mengatakan, rerata pengunjung mencari aksesoris. Dari cincin, gelang, serta kalung. Namun, hingga kini, menurut pemilik toko Saerah Jaya itu, paling banyak dicari pembeli yakni cincin dan gelang. ‘’ Karena model aksesoris tersebut cepat mengalami perubahan,” katanya.
Untuk harga, jelas dia, hanya mengalami sedikit kenaikan. Tapi, tidak disebabkan permintaan jelang lebaran melainkan mengikuti harga emas dunia. Dia menyampaikan, tokonya hanya menjual kada emas 8k dan 9k. Ketika awal Ramadan harganya sekitar Rp 410-520 per gram kini naik menjadi Rp 430-550 per gram. ‘’Kalau kadar 9k lebih ke kalung,” ucapnya ketika ditemui di Pasar Kota kemarin (3/4) siang.
Dia menambahkan, rerata pelanggannya berasal dari sekitar Bojonegoro. Seperti Tuban dan Blora terutama Kecamatan Cepu. Muryani pelanggan toko emas menambahkan, kunjungannya kali ini tidak membeli. Namun, menjual gelang emas miliknya. ‘’Biasanya beli. Tapi, saat ini jual. Tergantung kondisi juga,” kata warga Desa Bendo, Kecamatan Kapas itu. (yna/msu)
Editor : Hakam Alghivari