LAMONGAN, Radar Lamongan - Lamongan kembali menerima penghargaan Adipura kategori kota kecil dari Kementrian KLHK di Gedung Manggala Wanabakti Kementrian KLHK Jakarta, Selasa (5/3). Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Bapak Aloe Dohong dan diterima langsung oleh Asisten Administrasi Umum Pemkab Lamongan, Mugito.
Keberhasilan Pemkab Lamongan dalam meraih penghargaan bergengsi di bidang lingkungan ini tidak lepas dari peran aktif seluruh masyarakat. Terutama dalam menjaga lingkungan melalui kegiatan Jumat bersih, yang juga melibatkan stakeholder di Lamongan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lamongan, Andhy Kurniawan menjelaskan, penghargaan Adipura kembali diraih Kabupaten Lamongan, karena komitmen besar Bupati Yes dalam melakukan pengelolaan sampah dan tata kota yang bersih dan indah.
Penghargaan ini diterima bersama 126 kabupaten kota lain dengan berbagai kategori. Andhy mengaku, pencapaian ini akan menjadi penyemangat untuk seluruh pegiat lingkungan dalam menjaga dan merawat Kabupaten Lamongan agar tetap bersih dan berseri.
‘’Alhamdulillah, atas peran aktif Bupati Yes dalam menggerakkan seluruh instansi dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pengelolaan sampah yang baik, akhirnya berhasil meraih Adipura kategori kota kecil,” terang Andhy.
Menurut Andhy, penilaian Adipura didasarkan pada pelaksanaan dan capaian penanganan sampah dan pengurangan sampah, yang dilaporkan melalui sistem informasi pengelolaan sampah nasional (SIPSN). Kabupaten Lamongan memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik dan terukur, dengan keberadaan TPST Samtaku.
Sehingga sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga di Lamongan akan dipisahkan, untuk yang organik dibawa ke TPA dan dilakukan pengomposan. Sementara non-organiknya dibawa ke TPST Samtaku untuk dilakukan pemilahan dan pengolahan, yakni residu yang tersisa aman untuk dibawa ke TPA.
Bahkan dari pengolahan yang dilakukan di TPST dapat mengurangi sampah residu hingga menyisakan 30 persen saja. Selain itu, perbaikan kinerja pengelolaan sampah baik di TPA, TPS3R, dan penguatan bank sampah.
‘’Selain memaksimalkan pengelolaan sampah, ketersediaan ruang terbuka hijau dan kebersihan kota cukup terjaga,” ucapnya. (rka/ind)
Editor : Hakam Alghivari