Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kawasan Pemukiman Cipta Karya Lamongan Lantai Tiga Rusunawa Belum Terisi Penuh

Hakam Alghivari • Selasa, 23 Januari 2024 | 01:30 WIB
BELUM DITARIK BIAYA SEWA: Rusunawa diperuntukan bagi PNS golongan terendah yang belum memiliki rumah.  (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG )
BELUM DITARIK BIAYA SEWA: Rusunawa diperuntukan bagi PNS golongan terendah yang belum memiliki rumah. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG )

LAMONGAN, Radar Lamongan - Rusunawa yang dikelola Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Lamongan belum terisi penuh. Kuota dari fasilitas bangunan tiga lantai itu sekitar 42 kamar. Namun untuk lantai tiga belum terisi penuh.

Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman DPRKPCK Lamongan, Teguh Ali Syahbudi mengatakan, untuk lantai tiga sudah ada penghuninya tapi masih tersisa beberapa kamar. Sebab, pekerjaan rehab lantai tiga baru tuntas sekitar Oktober tahun lalu. Sehingga proses pengisiannya juga bertahap.

Menurut dia, untuk peminat sewa juga ada. Namun, pengguna diprioritaskan bagi PNS yang belum memiliki tempat tinggal. ‘’Sampai sekarang belum ada beban biaya sewa, jadi pengguna hanya membayar untuk biaya kebersihan, lampu, dan air saja,’’ ujarnya. 

Menurut dia, lantai tiga ini masih tersisa beberapa kamar. Sebelumnya sempat digunakan untuk karantina pemain sepak bola kelompok umur. Setelah kegiatan selesai, sekarang mulai dilakukan pemeliharaan untuk diisi oleh PNS.

Teguh mengaku, pemeliharaan rusunawa terus dilakukan. Tahun ini ada perbaikan tandon air. Sebelumnya sudah dilakukan perbaikan atap, jaringan air, dan beberapa kegiatan peningkatan fasilitas.

‘’Kita berikan fasilitas tempat tinggal senyaman mungkin, karena ini tempat tinggal pertama mereka, setelah bisa membeli rumah nanti akan diganti penghuni yang baru, jadi penghuninya akan dievaluasi setiap tahun,’’ imbuhnya.  

Teguh menuturkan, bangunan rusunawa baru ditempati dalam dua tahun ini. Sebelumnya bangunan ini digunakan oleh pemerintah untuk menunjang fasilitas isolasi pasien Covid-19 yang menunggu hasil swab. Setelah itu, dilakukan sejumlah perbaikan dan baru ditempati oleh pegawai.

‘’Yang bisa menempati fasilitas ini adalah PNS dengan golongan terendah dan belum memiliki tempat tinggal,’’ ucapnya. (rka/ind)

 

Editor : Hakam Alghivari
#penuh #fasilitas #Rusunawa #Belum Terisi #Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman #bangunan #kouta