BLORA, Radar Bojonegoro - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Randublatung bakal dioperasikan awal Februari mendatang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mulai menata dan menyiapkan sarana penunjang. Termasuk kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yakni, dokter spesialis guna layani kesehatan warga.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora Edy Widayat menerangkan, mulai menyiapkan SDM untuk mengisi RSUD Randublatung. Puluhan dokter spesialis telah diajak koordinasi untuk menyiapkan layanan kesehatan di wilayah selatan Blora, termasuk di dua RSUD lainnya.
’’Rencananya akan me-launching RSUD Randublatung bulan Februari. Kami mulai siapkan SDM kesehatannya,” katanya.
Edy menyampaikan, rumah sakit yang akan dioperasiskan sebagai jujukan kesehatan warga selatan Blora seperti Randublatung, Jati, hingga Kradenan. Agar merata, pihaknya juga bakal meingkatkan layanan di RSUD Cepu dan Blora. Ketiganya diproyeksikan bisa menghadirkan inovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan, lewat RSUD Randublatung, pemkab ingin masyarakat bagian selatan bisa memperoleh akses kesehatan merata. RSUD Randublatung dinilai strategis dari sisi jumlah penduduk. Sebab, menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar kedua di kabupaten.
Karena itu, dokter spesialis yang ada di Blora diminta bisa turut mendukung beroperasinya RSUD Randublatung. ’’Ini sebuah tantangan, secara potensi juga baik. Kami berharap para dokter spesialis bisa membantu,” ungkapnya.
Direktur RSUD Randublatung Hartono menyampaikan, beberapa rencana pelayanan yang bakal diberikan di rumah sakit baru tersebut seperti pelayanan dokter spesialis dasar seperti penyakit dalam, spesialis bedah, spesialis anak, spesialis obgyn (kandungan), dan kebidanan. ’’Kemudian juga ditunjang dokter spesialis penunjang mencakup spesialis anestesi, radiologi, dan laboratorium,” terangnya.
Juga akan menyiapkan beberapa pelayanan. Di antaranya rawat jalan (poliklinik) mencakup klinik penyakit dalam, klinik bedah, klinik obgyn, klinik anak, dan klinik gigi. Lalu, rawat inap mencakup penyakit dalam, bedah, anak, obgyn, dan kebidanan. ’’Untuk pelayanan IGD 24 jam mencakup kasus bedah, nonbedah, dan obgyn,” tuturnya. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari