Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Setelah Ditunggu Puluhan Tahun, Akhirnya Terealisasi: Jembatan Sukosewu–Klepek Bakal Dongkrak Ekonomi

Hakam Alghivari • Kamis, 4 Januari 2024 | 20:18 WIB
HAMPIR RAMPUNG: Proses pembangunan Jembatan Sukosewu-Klepek (Sokle) kemarin (3/1),yang diharapkan dapat mendongkrak ekonomi dan mempercepat akses warga. (IST/RADAR BOJONEGORO)
HAMPIR RAMPUNG: Proses pembangunan Jembatan Sukosewu-Klepek (Sokle) kemarin (3/1),yang diharapkan dapat mendongkrak ekonomi dan mempercepat akses warga. (IST/RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pemerataan pembangunan di Bojonegoro terus berlanjut. Termasuk di Kecamatan Sukosewu, yang akhirnya memiliki jembatan penghubung antara Desa Sukosewu dan Klepek. Tak hanya akses warga, pembangunan sumur untuk antisipasi kemarau, menjadi kepedulian bidang kebencanaan.

‘’Selama puluhan tahun, warga di Desa Sukosewu dan Klepek masih memanfaatkan Dam Klepek,” ungkap Irawan, tokoh masyarakat Desa Sukosewu.

Menurutnya, warga selama ini hanya memanfaat Dam Klepek sejak dibangun pada Jaman Belanda pada 1930-an, untuk menyeberangi Sungai Pacal.

Pihaknya dan warga setempat mengaku antusias, atas dibangunnya jembatan yang sering disebut jembatan Sokle (Sukosewu-Klepek). Sebab, akses jembatan sebelumnya kecil, dan kondisi Dam memang bukan peruntukannya.

‘’Memudahkan akses warga ke pasar, sawah dan truk-truk juga banyak, warga sekitar terdongkrak ekonominya karena jalan semakin ramai,” terangnya.

Didik Hariyanto Kapala Sub Bagian (Kasubag) Umum Kecamatan Sukosewu menyampaikan, pembangunan jembatan terus dikebut, dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Meski baru dimulai pada Juli lalu, hingga kemarin (3/1) jembatan tersebut sudah terhubung dan telah dipasang tiang pancang.

‘’Jarak tempuhnya semakin dekat, sudah pasti banyak warga terbantu,” ungkap Didik Haryanto.

Selain itu, jembatan tersebut juga menghubungkan di Kecamatan Sugihwaras, dan Kecamatan Temayang. Namun, pembangunan di Kecamatan Sekosewu tak hanya pada infrastruktur jalan, sebab beberapa desa di memiliki kondisi tanah tinggi dan potensi besar kekeringan.

Hal tersebut, membuat pemerintah desa setempat membuat sumur-sumur bor melalui penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas), dan langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. ‘’Awalnya memang karena kemarau, dan banyak kekeringan karena kondisi tanahnya tinggi, sekarang sumbernya lancar 24 jam,” ungkap Didik Purwahyudi Kepala Desa Pacing. (*/dan)

 

 

 

Editor : Hakam Alghivari
#sukosewu #Bencana #jembatan #bidang #Antisipasi #Ekonomi #Bakal #bojonegoro #Kemarau #jembatan penghubung 2 desa #Dongkrak #klepek #kepedulian