Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Pladu, Warga Berburu Ikan di Bengawan Solo

Hakam Alghivari • Kamis, 4 Januari 2024 | 19:56 WIB

PLADU: Warga Dusun Songapan, Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro Kota menangkap ikan di Bengawan Solo kemarin (3/1). Pladu atau ikan mabok itu terjadi setiap tahun, tepatnya pada pergantian musim.
PLADU: Warga Dusun Songapan, Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro Kota menangkap ikan di Bengawan Solo kemarin (3/1). Pladu atau ikan mabok itu terjadi setiap tahun, tepatnya pada pergantian musim.
PLADU: Warga Dusun Songapan, Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro Kota menangkap ikan di Bengawan Solo kemarin (3/1). Pladu atau ikan mabok itu terjadi setiap tahun, tepatnya pada pergantian musim.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sekitar pukul 06.00 kemarin (3/1) puluhan warga Dusun Songapan, Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro Kota dari anak kecil, remaja, hingga dewasa baik perempuan dan laki-laki berbondong-bondong membawa seser atau alat menangkap ikan dari anyaman bambu dan ember menuju Sungai Bengawan Solo.

Sebab, terjadi fenomena pladu, yaitu ikan muncul ke permukaan air. Tidak ingin kehilangan kesempatan, warga turun ke bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

Bahkan, warga dari Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban yang berseberangan dengan daerah Bojonegoro juga tampak memenuhi area bengawan. Mulai menangkap berbagai jenis ikan.

Setelah menangkap, rerata warga mulai memasaknya. Dari digoreng hingga dipepes. ‘’Setiap tahun ada munggut atau pladu ini,’’ kata Sakur, warga setempat kemarin (3/2).

Dia melanjutkan, fenomena tersebut terjadi ketika air Sungai Bengawan Solo pasang. Banyak ikan bermunculan dari wader, nila, rengkik, bloso atau betutu, garingan atau garing, hingga udang.

 Baca Juga: Berburu Ikan-Ikan Jumbo Bengawan Solo, Berat 20 Kilogram Dijual Rp 500 Ribu

Bapak dua anak itu menjelaskan, pladu kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya ikan berbau gas. Namun, saat ini tidak. ‘’Saya dapat sekitar satu ember. Ukurannya kecil, sedang, hingga besar,’’ ungkapnya. Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro M. Chollilur Rohman belum bisa dikonfirmasi melalui pesan dan telepon WhatsApp terkait penyebab fenomena pladu. Hingga kemarin pukul 18.20 belum merespons. (yna/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#warga #bengawan solo #pladu #ikan #bojonegoro #Bantaran Sungai