BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sekitar pukul 06.00 kemarin (3/1) puluhan warga Dusun Songapan, Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro Kota dari anak kecil, remaja, hingga dewasa baik perempuan dan laki-laki berbondong-bondong membawa seser atau alat menangkap ikan dari anyaman bambu dan ember menuju Sungai Bengawan Solo.
Sebab, terjadi fenomena pladu, yaitu ikan muncul ke permukaan air. Tidak ingin kehilangan kesempatan, warga turun ke bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.
Bahkan, warga dari Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban yang berseberangan dengan daerah Bojonegoro juga tampak memenuhi area bengawan. Mulai menangkap berbagai jenis ikan.
Setelah menangkap, rerata warga mulai memasaknya. Dari digoreng hingga dipepes. ‘’Setiap tahun ada munggut atau pladu ini,’’ kata Sakur, warga setempat kemarin (3/2).
Dia melanjutkan, fenomena tersebut terjadi ketika air Sungai Bengawan Solo pasang. Banyak ikan bermunculan dari wader, nila, rengkik, bloso atau betutu, garingan atau garing, hingga udang.
Baca Juga: Berburu Ikan-Ikan Jumbo Bengawan Solo, Berat 20 Kilogram Dijual Rp 500 Ribu
Bapak dua anak itu menjelaskan, pladu kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya ikan berbau gas. Namun, saat ini tidak. ‘’Saya dapat sekitar satu ember. Ukurannya kecil, sedang, hingga besar,’’ ungkapnya. Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro M. Chollilur Rohman belum bisa dikonfirmasi melalui pesan dan telepon WhatsApp terkait penyebab fenomena pladu. Hingga kemarin pukul 18.20 belum merespons. (yna/msu)
Editor : Hakam Alghivari