Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

12 Dalang Cilik dan Remaja Bojoegoro Sambut Tahun Baru Dengan Bunyi Gamelan yang Lirih

Hakam Alghivari • Selasa, 2 Januari 2024 | 18:10 WIB
REGENERASI: Ki Prabu Satrio Prabowo salah satu dalang cilik asal Kecamatan Kasiman meramaikan malam pergantian tahun baru di halaman kantor Disbudpar Bojonegoro pada Sabtu malam lalu (31/12/2023).
REGENERASI: Ki Prabu Satrio Prabowo salah satu dalang cilik asal Kecamatan Kasiman meramaikan malam pergantian tahun baru di halaman kantor Disbudpar Bojonegoro pada Sabtu malam lalu (31/12/2023).

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Bunyi gamelan lirih terdengar di kawasan Bojonegoro Kota, di antara gemerlap malam tahun baru. Belasan anak dan remaja mengenakan baju basofian khas dalang lengkap dengan blangkon, berkumpul di halaman kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro pada Sabtu malam lalu (31/12).

Suasana gayeng di malam pergantian tahun itu digelar Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Bojonegoro. Meski kegemaran generasi milenial maupun generasi Z terhadap wayang makin minim di tengah gempuran teknologi, tak menciutkan gelaran pertunjukkan wayang.

Bahkan, pertunjukan selama kurang lebih delapan jam itu dibuka langsung oleh dalang cilik yakni, Ki Prabu Satrio Prabowo. Sabetan dalang asal Kecamatan Kasiman itu menahbiskan, bahwa Bojonegoro masih memiliki generasi dalang.

’’Bangga dengan masih terus adanya dalang-dalang cilik di Bojonegoro,” ungkap Kepala Pepadi Jawa Timur Sinarto yang hadir langsung dalam pagelaran di Bojonegoro.

Menurutnya, wayang menjadi salah satu kesenian yang tak hanya menjadi warisan di Jawa atau Indonesia, namun juga dunia. Ia juga memastikan dalam pengukuhan Pepadi Bojonegoro, seluruh anggota dapat menerima dan bersedia penuh tanggung jawab melestarikan dan mengembangkan seni pewayangan serta pedalangan yang adiluhung.

Sementara itu, salah satu dalang remaja Ki Trio Wahyu Aji mengatakan, pagelaran tersebut juga untuk menjawab pertanyaan masyarakat terkait generasi penerus wayang di Bojonegoro. ’’Memunculkan generasi baru, bahwa ternyata di Bojonegoro itu masih ada generasi penerus wayang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, total dalang yang melakoni pertunjukkan kemarin yakni 12. Di antaranya, tujuh dalang remaja dan lima dalang bocah. Menurutnya, rerata orang tua dalang ikut Pepadi dan berperan dalam menelurkan tradisi pewayangan. ’’Yang akhirnya kami munculkan dan pentaskan,” ujar Dalang asal Kecamatan Kedungadem tersebut.

Diketahui, sejumlah dalang generasi baru di Bojonegoro terdiri atas Ki Naufal, Ki Naufa, Ki Pasha, Ki Kanaka, dan Ki Al Faris, seluruhnya merupakan dalang bocah. Kemudian dalang remaja ada nama Ki Tegar, Ki Sriwidyada, Ki Trio Aji, Ki Hadi Wibisoni, Ki Ma’ruf, Ki Ngesti Anggoro, dan Ki Piki Styawan. (dan/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#cilik #kawasan #Baru #sambut #dengan #tahun #remaja #gamelan #bojonegoro #bunyi #dalang #12