BLORA, Radar Bojonegoro - Wilayah rawan banjir di daerah sedang dibenahi dan dimitigasi. Terutama di kawasan Cepu. Memasuki musim hujan ke depan, beberapa bangunan telah disiapkan untuk mengatasi banjir. Termasuk enam proyek pengendalian banjir.
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Blora Surat mengatakan, mitigasi bencana di musim hujan ke depan nantinya menggandeng BBWS Pemali Juwana dan BBWS Bengawan Solo.
Enam proyek pengendali banjir telah dikerjakan, termasuk di kawasan dengan banjir terparah di Kecamatan Cepu. ’’Beberapa kegiatan normalisasi kanal-kanal sungai yang sering menyebabkan banjir. Mulai dari kelurahan Tambakromo, Balun, Karangboyo, dan Kelurahan Cepu,” jelasnya.
Surat menerangkan, normalisasi sungai sudah dilakukan sekitar tiga bulan lalu dan sampai saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Kecamatan Cepu diutamakan dari tahun ke tahun, menjadi pekerjaan rumah PUPR Blora dalam mengatasi banjir.
’’Kami juga membangun embung Nglebok yang dapat menampung kapasitas air mencapai 300 meter kubik,” katanya.
Diketahui dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, terdapat 65 desa rawan banjir tersebar di 13 kecamatan. Adapun Kecamatan Cepu menjadi daerah tertinggi dengan daerah rawan banjir sebanyak 12 kelurahan.
Lalu, Kecamatan Blora ada 11 Desa, disusul Kedungtuban ada 7 desa, dan Kradenan ada 9 desa. Sisanya, berada di desa kecamatan lainnya.
Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Blora Sri Wahyuningsih mengatakan, untuk mengahadapi bencana banjir, sarpras dari BPBD Blora sudah dioptimalkan. Meliputi, peralatan sarana air seperti dua perahu fiber, lima mesin tempel, 12 dayung, 1 alat selam, dan 24 life-jacket.
’’Kami juga telah menyiapkan peralatan tenda atau posko seperti lima belas velt bed, tiga tenda pengungsi, tiga tenda posko, dan tujuh tenda keluarga,” terangnya.
Dia menambahkan, untuk logistik yang disiapkan BPBD Blora ketika ada bencana banjir ataupun tanah longsor sebanyak Rp 62,5 juta. Rincian bantuan logistik itu setiap keluarga korban bencana mendapat satu paket sembako yang setara dengan Rp 250 ribu. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana