‘’Kemungkinan besar besok (hari ini, Red) sudah bisa dilalui oleh warga sekitar,’’ kata Kapala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Sujarwo.
Menurut dia, material jembatan yang patah kemarin dikeruk dengan alat berat. Selanjutnya, dilakukan pemasangan buis beton. Tujuannya, aliran air masih bisa lancar. Setelah buis beton terpasang, maka dilakukan pengurukan.
‘’Saya harap warga bersabar, tahun depan akan dilakukan perbaikan dengan permanen karena sudah diusulkan perbaikan jembatan tersebut,’’ tuturnya.
Seperti diberitakan, menurut Kepala Desa Tiwet, Ahmad Saifudin Zuhri, patahnya jembatan sekitar pukul 05.00 itu diduga karena bangunannya sudah tua, sejak sekitar 1991.
Patahnya jembatan itu mengakibatkan pengendara roda dua dan pengemudi roda empat harus lewat jalan alternatif. Dam truk dilarang masuk.
Saifudin menambahkan, jembatan tersebut beberapa tahun terakhir sering terendam banjir. Bahkan, pernah terendam hingga lima bulan. ‘’Kemarin (tahun lalu) hampir satu bulan, ketinggian banjir hampir 40 - 50 cm,’’ ucapnya. (mal/yan)
Editor : Hakam Alghivari