Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Fitri Munira Pitaloka, Dokter RSUD Bojonegoro Yang Ciptakan Inovasi Sistem Rujukan

Hakam Alghivari • Sabtu, 18 November 2023 | 18:04 WIB
MEMBANGGAKAN : Fitri Munira Pitaloka saat menerima penghargaan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (PEMKAB BOJONEGORO FOR RADAR BOJONEGORO)
MEMBANGGAKAN : Fitri Munira Pitaloka saat menerima penghargaan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (PEMKAB BOJONEGORO FOR RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Fitri Munira Pitaloka, dokter di RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, sangat bersyukur pasca menerima penghargaan sebagai Tenaga Kesehatan Teladan I kategori Tenaga Dokter di RSUD tingkat Jawa Timur (Jatim).

Terlebih, penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 59 di Kota Batu Kamis (16/11) lalu. Hasil tersebut tentu tak diraihnya secara instan. Ibu dua anak tersebut menceritakan secara detail awal mulai perjuangannya membuat inovasi itu.

Bermula pada saat ia bergabung di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo sebagai kepala bidang pelayanan medis, tepat di awal Pandemi Covid-19 melanda. Fitri melihat masih ada permasalah sistem rujukan yang belum berjalan secara efektif dan efisien. Padahal RSUD Sosodoro menjadi rumah sakit rujukan tertinggi di Kabupaten Bojonegoro.

‘’Mulai dari situlah kemudian saya membuat inovasi untuk meningkatkan kelancaran sistem rujukan di Kabupaten Bojonegoro, terutama rujukan ke RSUD Sosodoro,” ungkap dokter asal Desa Kauman Kecamatan Bojonegoro Kota tersebut.

Mendapat suport penuh dari teman, manajemen, serta direktur RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, Fitri berinovasi melalui sistem komunikasi dan koordinasi yang paling sederhana, yaitu melalui WhatsApp group.

‘’Dengan mengintegrasikan seluruh fasilitas kesehatan perujuk (puskesmas, klinik, RS Tipe D dan RS Tipe C) baik yang ada di Kabupaten Bojonegoro maupun kabupaten lain yang berbatasan seperti Tuban, Lamongan, Cepu, dan Blora,” ungkapnya.

Melalui sistem tersebut, faskes dapat berjalan dengan cepat dan efisian, hingga dapat dilakukan penanganan awal dan stabilisasi kondisi pasien. Bahkan, melalui program inovasi ini RSUD Sosodoro Djatikoesoemo juga memberikan pelatihan, seminar, maupun workshop secara gratis.

‘’Inovasi ini mulai berjalan pada tahun 2021, dan launching secara resmi pada Maret 2022. Sebelum ikut serta dalam kompetisi tenaga kesehatan teladan pada awal tahun 2023,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. (dan/*)

 

Editor : Hakam Alghivari
#inovasi #penghargaan #bojonegoro #dokter rsud