BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Rumah duka di RT 7 RW 3 Desa Tikusan, Kecamatan Kapas itu kemarin (7/11) masih dipenuhi warga takziah, bahkan Penjabat (Pj) Bupati juga ikut memberikan penghormatan terakhir dan berbela sungkawa atas meninggalnya Tegar Dwi Prasetyo.
Pemain sepak bola KU-13 tahun tersebut, sempat tersambar petir saat bermain di Stadion Letjend Sudirman (SLS) pada Jumat (3/11) dalam lanjutan Piala Soeratin.
Nahas, setelah 3 hari menjalani perawatan medis, remaja asal Desa Tikusan, Kecamatan Kapas itu meninggal dunia pada Minggu (5/11).
Sosok Tegar Dwi Prasetyo menuai perhatian dari sejumlah kalangan. Meski masih berusia belia, Tegar dikenal berbakat dan aktif dalam dunia sepak bola. Selain itu, sosoknya ternyata tak hanya hobi dalam berolahraga. Remaja yang tengah bersekolah di SMPN 5 Bojonegoro dan duduk di bangku kelas tujuh itu juga dikenal aktif dalam bidang kesenian.
Oky Dwi Cahyo, pelatih teater Pentas menyampaikan, bahwa sosok Tegar berbeda dibanding teman-teman seusianya, karena sosoknya dikenal bersemangat. Bahkan selalu aktif untuk berlatih teater di tengah kesibukannya sebagai pemain sepak bola. ’’Bulan lalu baru saja menyelesaikan pentas, dia bagus dan bersemangat,” ungkap pria asal Kelurahan Jetak tersebut.
Chandra Prasetya, orang tua korban mengatakan, bahwa anaknya baru pertama kali masuk sekolah sepak bola di Indonesia Muda (IM) Bojonegoro. ‘’Mungkin karena dianggap layak oleh pelatihnya, akhirnya diikutkan dalam turnamen,” ungkap pria yang tinggal di RT 7 RW 3 Desa Tikusan. (*/msu)
Editor : Hakam Alghivari