BLORA, Radar Bojonegoro - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana melakukan antisipasi longsor. Mengingat sudah memasuki akhir tahun yang mana berpotensi awal musim hujan.
Adapun antisipasinya dengan mempercepat normalisasi bantaran Sungai Lusi. Percepatan tersebut diuntungkan dengan kondisi air sungai surut akibat kemarau panjang ini. Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Blora Surat mengatakan, langkah normalisasi Sungai Lusi dinilai paling tepat untuk mengantisipasi bencana alam tak terduga.
Menurutnya, air sungai yang sedang surut karena kemarau mampu memudahkan dalam menyisir dan menormalisasi sejumlah titik Sungai Lusi yang alami pendangkalan dan ada sampah pohon bambu. ‘’Ada dua titik lokasi longsoran di Sungai Lusi yang dinormalisasi. Yakni, di wilayah Nglawiyan, Kelurahan Karangjati dan Kelurahan Kedungjenar,” jelasnya.
Ia juga mengatakan, normalisasi Sungai Lusi di Nglawiyan sudah selesai. Sementara, normalisasi Sungai Lusi di Kelurahan Kedungjenar masih berlangsung dengan estimasi waktu kurang lebih dua minggu ke depan.
Menurutnya, longsor di tepian Sungai Lusi yang melintasi Dukuh Nglawiyan, Desa Karangjati, Blora Kota cukup memprihatinkan. Ada dua rumah warga di lokasi sudah longsor. Lalu, tiga rumah lainnya juga terancam.
Sambil menunggu penanganan permanen dari BBWS Pemali Juwana Semarang yang akan diupayakan tahun depan. Saat ini, DPUPR melakukan normalisasi alur Sungai Lusi yang ada di lokasi itu. ‘’Awal Oktober lalu, kami sudah melakukan rapat dengan DPUPR SDA yang dilaksanakan di Kudus dengan membahas normalisasi daerah rawan yang ada di sepanjang Sungai Lusi,” terangnya.
‘’Hal itu sekaligus menjadi kegiatan mitigasi pencegahan longsoran lanjutan apabila musim penghujan telah tiba,” imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan 500 besi penyangga dinding sungai dan sudah terpakai 400. Juga sedia karung sak pasir sebanyak 2.000 buah, serta siapkan tiga alat berat untuk siaga mengatasi musim hujan. (hul/bgs)
Editor : Hakam Alghivari