Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Penyangga Hilang, Tembok Rawan Ambruk

Hakam Alghivari • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 22:10 WIB

 

PENAHAN: Rawan ambruk, tampak stut atau penyangga tembok penahan tanah (TPT) bantaran kali Tuk Buntung dihilangkan saat normalisasi. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
PENAHAN: Rawan ambruk, tampak stut atau penyangga tembok penahan tanah (TPT) bantaran kali Tuk Buntung dihilangkan saat normalisasi. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)

BLORA, Radar Bojonegoro - Normalisasi anak sungai di kawasan Tuk Buntung, Kecamatan Cepu menyisakan kekhawatiran warga. Sebab, penyangga tembok penahan tanah (TPT) dihilangkan saat proses alat berat diturunkan. Dinas terkait berjanji penyangga tembok atau stut anak sungai akan dikembalikan agar tidak ambruk.

Sudarto salah satu warga Kelurahan Cepu mengaku khawatir TPT dekat rumahnya ambruk dan menyebabkan longsor. Sebab, stut yang menyangga dua tembok pinggir sungai dihilangkan saat normalisasi anak sungai bengawan solo tersebut.

’’Stutnya dihilangkan, karena saat normalisasi alat berat tidak dapat masuk ke bawah,” ujarnya

Sudarto menjelaskan, kondisi tembok sudah tidak kokoh. Menurutnya, ketika terjadi hujan bakal menimbulkan bencana baru yakni, longsor. Terlebih hasil kerukan endapan sungai dibuang di pinggir tembok.

’’Kondisinya tembok sudah rawan ambruk, kalau tidak ada penyangga pasti ambruk saat musim hujan mendatang,” katanya.

Ia berharap, penyangga tembok bisa dikembalikan secepatnya sebelum musim hujan. Agar rumah warga di samping kanan kiri anak sungai tidak khawatir lagi.

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Surat menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan pengganti stut atau penyangga. ‘’Ya, itu akan dikembalikan lagi, rencananya dipasang penyangga di bawah,” ujarnya.

Surat menerangkan, alasan diubah menjadi penyangga di bawah tembok agar memudahkan penanganan apabila terjadi pendangkalan sungai. Sebab, adanya stut melintang di atas tembok, alat berat tidak dapat masuk. Sehingga terpaksa harus dihilangkan terlebih dahulu. ‘’Anggaran penyangga sudah ada, akan dikerjakan tahun ini,” jelasnya. (luk/bgs)

 

 

Editor : Hakam Alghivari
#ambruk #tembok #Pinggir Sungai #Rawan #Penahan Tanah #blora