BLORA, Radar Bojonegoro - Merakit pesawat terbang bisa jadi impian setiap anak laki-laki. Hal itu telah diwujudkan Ahmad Brian Rozaki. Seorang siswa kelas 11 SMK Muhammadiyah 2 Cepu itu berhasil menciptakan miniatur pesawat baling-baling Citilink jenis ATR 72.
Brian menceritakan, miniatur pesawat rakitannya yang ia buat memiliki panjang badan pesawat 3 meter, dan panjang sayap 3,5 meter. Material pesawat didominasi styrofoam. Ringan dan memudahkan pesawat untuk terbang.
Di dalam badan pesawat Citilink ATR 72 itu terdapat rangkaian kelistrikan untuk penunjang. Termasuk delapan unit baterai yang biasa digunakan untuk rokok elektrik. Bisa diterbangkan selama 10 menit, dengan dukungan daya yang ada.
’’Saya suka sekali bermain dengan dunia kelistrikan sejak SMP, tepatnya pas kelas 8. Makanya sudah terbiasa utak-atik perabotan elektronik seperti rakit pesawat. Karya saya juga saya unggah di kanal sosmed pribadi saya,” tutur siswa 16 tahun itu.
Menurutnya, sudah merakit puluhan pesawat. Ada juga yang gagal. Dan, tak sedikit pula yang berhasil diterbangkan. Banyak juga rekaman hasil karyanya yang dia bagikan di kanal YouTube pribadi.
Tidak terkecuali miniatur pesawat Citilink yang berhasil dia rakit. Pernah diterbangkan di area Bandara Ngloram. Remot kontrol sebagai navigasi. ’’Setidaknya perlu satu tahun untuk merakit dan menyelesaikan ini. Tapi kalau mau serius, dalam waktu dua bulan bisa selesai,” ujarnya.
Tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Satu unit pesawat bisa menghabiskan uang Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta. ‘’Biayanya lumayan rogoh kocek. Untuk perakitan pesawat sulit menemukan gravitasinya. Artinya, tidak berat ke depan maupun belakang. Tidak berat ke samping kanan maupun ke kiri. Supaya saat terbang bisa tenang dan seimbang,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi kreatiivitas siswa SMK Muhammadiyah 2 Cepu yang mampu membuat pesawat mainan jenis ATR 72 ini. Menurutnya hal seperti ini patut dikembangkan. ‘’Rakitannya keren. Ini menjadi semangat Brian untuk menggapai cita-citanya menjadi Pilot,” tuturnya. (hul/bgs)
Editor : Hakam Alghivari