BLORA, Radar Bojonegoro - Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mengusulkan Kabupaten Blora memiliki museum jati.
Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon mengatakan, kagum Blora memiliki kekayaan budaya dan alam yang luar biasa. Khusunya potensi jatinya. Kawasan hutan menjadi wilayah terluas dengan luasan 1.956 kilometer persegi, atau sebesar 46,66 persen dari keseluruhan luas wilayah Kabupaten Blora.
Potensi budaya Blora bisa ditingkatkan disamping kekayaan lainnya, seperti minyak dan jati.
‘’Kami mengusulkan agar dibuat satu museum terbuka, museum alam jati untuk yang berumur itu. Agar dijadikan museum atau open air museum. Dengan demikian bisa terpelihara bisa menjadi kunjungan wisata bisa dikelola dengan baik termasuk edukasi dan literasi tentang jati,’’ jelasnya.
Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia, Putu mengatakan, Blora memiliki aset hutan jati yang dikembangkan untuk menjadi sektor pariwisata.
Mendorong agar potensi ini bisa dikembangkan. Karena, jati itu sama seperti emas.
‘’Jati yang saya dengar berusia 500 tahun juga ada. Jati di Blora baru di titik menjadi supplier komoditas, belum memberikan nilai tambah. Ini harus segera ditindak bersama, nantinya nilai tambah itu bisa jadi tentang tourism dan kebudayaan,’’ ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Irawadi, menyambut baik usulan tersebut. Agar potensi Blora agar lebih mendunia.
‘’Kami berharap dengan masukan tersebut, Blora bisa lebih mengenalkan potensinya salah satunya Jati. Kami juga berharap kepada Tim BKSAP DPR RI bisa menjadi penjembatan untuk mengenalkan potensi yang ada di Kabupaten Blora ini ke nasional maupun dunia internasional,’’ ungkapnya. (hul/msu)
Editor : Eka Fitria Mellinia