LAMONGAN, Radar Lamongan - KONI Lamongan mendukung penuh terselenggaranya Turnamen Futsal Kemerdekaan antar SMA/SMK/MA Piala Bupati Lamongan Tahun 2023. Ketua KONI Lamongan, Hery Pranoto menilai, turnamen futsal ini sangat membantu perkembangan atlet-atlet muda Lamongan. Sehingga, pemain futsal muda bisa menyalurkan bakat yang dimiliki di arena yang lebih positif.
Hery berharap, dari turnamen ini bisa memunculkan bibit atlet baru dari Lamongan, yang nantinya bisa berkiprah di turnamen provinsi hingga nasional ke depannya. ‘’Turnamen ini wadah untuk saling berkompetisi dengan sehat dan memajukan olahraga di Lamongan,” tutur Hery.
Turnamen ini digelar selama lima hari di Sport Center Lamongan (SCL), mulai Senin (28/8) hingga Jumat (1/9) mendatang. Panitia pelaksana terus mematangkan persiapan, dengan menggelar technical meeting bersama pelatih dan pembina dari masing-masing tim peserta, pagi ini (25/8). Selain itu, terdapat beberapa arahan dan penandatanganan ikrar damai oleh koordinator suporter masing-masing sekolah.
Ketua Panitia Turnamen Futsal Kemerdekaan Piala Bupati Lamongan, Indra Gunawan menjelaskan, seluruh tim wajib datang TM karena ada pengarahan dari wasit dan tim keamanan untuk memastikan kelancaran pertandingan. Sehingga, di dalam TM tidak bisa diwakilkan, supaya pelaksanaan turnamen ini lancar dan aman.
‘’Acara ini terselenggara karena dukungan banyak pihak yang ingin memajukan olahraga di Lamongan,” ucap Indra.
Event yang digelar Jawa Pos Radar Lamongan bekerjasama dengan Dispora Lamongan tersebut bakal menyedot antusiasme suporter. Untuk mendukung kelancaran acara, suporter diimbau tertib dan menjaga kondusivitas.
‘’Saya harap nantinya agar berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kamtibmas,’’ tegas Kabag Ops Polres Lamongan, Kompol Aryanto Agus Subekti.
Selain itu, para suporter juga diminta mentaati peraturan lalu lintas, dengan tidak melakukan konvoi saat berangkat dan pulang. Agus juga mengingatkan agar para suporter tidak menggunakan kendaraan dengan knalpot brong. Apalagi, diakuinya, turnamen ini antar pelajar yang tentunya harus saling menjaga.
‘’Menjaga nantinya agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan pastinya,’’ imbuhnya.
Agus meminta para guru ikut serta mengawasi dan mendampingi siswanya yang menjadi suporter, yakni saat di jalan maupun saat di lokasi. ‘’Semua pihak harus mentaati peraturan yang sudah disediakan oleh panitia,’’ terangnya. (rka/mal/ind)
Editor : M. Yusuf Purwanto