LAMONGAN, Radar Lamongan - Cadangan beras pemerintah (CBP) masih aman hingga empat bulan ke depan. Kepala Bulog Subdivre II, Sugeng Hardjono mengatakan, untuk CBP aman karena serapan masih berlanjut.
Saat ini, untuk CBP masih 6.600 ton yang terus bertambah. Setiap hari masih ada pengadaan sekitar 200 ton. Sehingga cadangan beras aman dan tidak sampai kekurangan.
‘’Cadangan ini dikeluarkan untuk kebutuhan pemerintah, stabilisasi harga, dan bantuan sosial,” tutur Sugeng, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Lamongan.
Menurut dia, CBP tidak untuk dikomersilkan. Sehingga, apabila dijual tetap menyesuaikan dengan ketentuan dari pemerintah.
Untuk beras harganya Rp 8.300 – Rp 9 ribu per kilogram (kg). Sedangkan gabah kering panen dibeli Rp 4.200 – Rp 4.450 per kg. Sedangkan, harga gabah kering giling Rp 5.750 per kg.
Dia memastikan, pengadaan terus dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Karena pengadaan ini untuk disimpan, sehingga kualitas harus yang terbaik guna menghindari kutu dan kerusakan pada beras.
Sugeng menuturkan, bulan depan rencananya panen di beberapa wilayah bantaran sungai Bengawan Solo.
Biasanya pengadaan juga bertambah apabila stok petani masih ada. Sementara untuk target hingga Desember mendatang sekitar 30 ribu ton, dengan realisasi sementara 18.200 ton.
‘’Kurangnya akan dicukupi, dan biasanya akhir tahun realisasi lebih besar,” imbuhnya.
Disinggung terkait harga beras pemerintah. Sugeng mengakui sudah ada ketetapannya, sehingga harga tidak akan melebihi HET.
Untuk kenaikan harga beras di pasar dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya jumlah pasokan yang menurun di pasaran, jumlah pasokan relatif sama, ada permintaan naik, dan jumlah pasokan dipengaruhi realisasi jumlah panen.
‘’Kalau CBP penugasan khusus dari pemerintah, sedangkan komersial nanti beda untuk kebijakan harga dan lainnya,” terangnya. (rka/ind)
Editor : M. Yusuf Purwanto