BABAT, Radar Lamongan – Korban dugaan keracunan makanan di Desa Truni, Kecamatan Babat, yang sembuh semakin bertambah. Kini, tersisa tiga warga desa setempat yang masih menjalani perawatan medis.
Kepala Desa Truni, Martono, menjelaskan, 31 warga diperbolehkan pulang setelah pemeriksaan dokter menunjukkan kesembuhan. Bahkan, mereka kemarin beraktivitas seperti biasanya.
‘’Sudah banyak yang pulang Mas, hanya tiga yang masih menjalani perawatan,’’ ujarnya.
Kondisi tiga orang tersebut, lanjut kades, juga membaik. Mereka menunggu pemeriksaan dokter. ‘’Saya kira, besok (hari ini, Red) sudah pulang semuanya warga saya,’’ imbuhnya.
Seperti diberitakan, 34 warga Desa Truni diduga keracunan makanan dari acara syukuran yang digelar di rumah Wahyudi, Jumat (28/7). Awalnya, Sabtu (29/7) tiga warga merasa demam, mual, muntah, dan diare. Mereka lalu dirawat di RS Muhammadiyah Babat. Malamnya, 17 warga dilarikan ke RSNU Babat, 12 warga dibawa ke RS Muhammadiyah Babat, dan dua warga dirawat di Puskesmas Babat karena keluhan yang sama. Korban mulai anak - anak, remaja, hingga dewasa yang tinggal satu lingkungan.
Menurut kades, keluarga yang punya hajatan sudah meminta maaf. ‘’Semua korban saling menyadari, kini sudah melakukan aktivitas seperti biasa,’’ ujarnya. (mal/yan)
Editor : M. Yusuf Purwanto