BOJONGEORO, Radar Bojonegoro - Pembangunan flyover atau jembatan layang Proliman tahap penyusunan detail engineering design (DED) atau rancang bangun rinci. Desain ukuran belum ditentukan, tahapan DED ditarget selesai tahun ini. Saat ini masih tahap DED.
Kabid Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PU BMPR) Bojonegoro Edi Dwi Purwanto membenarkan, pembangunan flyover Proliman tahap penyusunan DED.
Berdasar layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Bojonegoro, anggaran penyusunan DED flyover Proliman mencapai Rp 800 juta. Direbutkan 45 kontraktor dan dimenangkan PT Mitra Cipta Engineering dari Surabaya. Harga terkoreksi Rp 555,7 juta. Atau sekitar setengah miliar.
''Dalam proses penyusunan DED sudah dilakukan pengambilan sampel tanah,” kata Kasi Jembatan Dinas PU BMPR Arik Nur Cahyo.
Dia mengatakan, pembangunan flyover Proliman terletak di Kecamatan Kapas ditujukan mengurai kemacetan dan menekan angka kecelakaan. Karena kawasan Proliman perlintasan sebidang. Memotong antara jalur kereta api dengan jalan. Saat ini pembangunan flyover memasuki proses DED.
Proses DED target selesai tahun ini,” tutur Arik. Sehingga belum diketahui panjang dan lebar flyover maupun rencana lokasi titik awal.
Sebelumnya, telah dilakukan pengambilan sampel tanah oleh konsultan untuk menguji daya dukung dan perhitungan struktur tanah pada proses penyusunan DED di Desa Kedaton, Kecamatan Kapas. Pembangunan flyover Proliman berpotensi melintasi perlintasan kereta api. Karena masih proses penyusunan desain jadi belum bisa berkomentar banyak,” jelasnya. (yna/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto