BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Proses pembebasan lahan Bendungan Karangnongko terus berlanjut. Bendungan terletak di dua kecamatan perbatasan Jawa Timur dan Jawa tengah tersebut direncanakan membebaskan sekitar 330 hektare kawasan hutan.
Sabtu (22/7) kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) melakukan kunjungan ke sini (Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo,” kata Kades Ngelo, Kecamatan Margomulyo Tri Maryono.
Tri menuturkan, Bendungan Karangnongko merupakan proyek strategis nasional di dua kabupaten perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Yakni Kabupaten Bojonegoro dan Blora.
Di Bojonegoro meliputi Desa Ngelo dan Kalangan, Kecamatan Bojonegoro. Dan telah kunjungan oleh KLHK terkait pelepasan lahan kawasan hutan terdampak pembangunan Bendungan Karangnongko.
Kunjungan KLHK merupakan survei lapangan meninjau batas lahan dibebaskan hingga tanaman masyarakat di dalam kawasan hutan. ''Sesuai usulan bupati lahan dibebaskan sekitar 330 hektare,” jelasnya.
Dia menjelaskan, luas kawasan hutan dibebaskan berpotensi alami kenaikan hingga 100 hektare. Ditujukan sebagai relokasi warga terdampak pembangunan. Kalau memungkinkan relokasi warga akan di kawasan hutan dibebaskan sekitar 330 hektare itu. ''Tapi, bupati mengajukan kembali untuk pembebasan lahan sekeitar 100 hektare. Itu prosesnya masih lama,” jelasnya.
Hingga kini pengukuran lahan terdampak pembangunan bandungan terus dilanjutkan. Khususnya di Desa Ngelo, Kecamatan Bojonegoro. Terdapat dua opsi dalam pembebasan lahan meliputi relokasi dan ganti untung berupa uang.
Namun, bagi warga memilih relokasi belum dilakukan pengukuran lahan. Sedangkan, warga memilih ganti untung telah siap dilakukan pengukuran. Pengukuran dilakukan bagi warga siap diukur,” terangnya. (yna/msu)
Editor : M. Yusuf Purwanto