BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Bunga-bunga tabebuya bermekaran di jalan protokol Bojonegoro Kota. Namun, keindahan bunga tabebuya hanya berlangsung sesaat, karena akan kembali rontok maksimal satu bulan setelah berbunga.
Pohon diproyeksikan menjadi peneduh dan ikon kota itu ditanam sejak 2019. Meski memiliki berbagai macam warna, namun rerata ditanam di Bojonegoro berwarna putih dan merah muda. Puncak mekar pohon yang berasal dari Brasil ini saat cuaca sedang terik atau berbunga di musim kemarau, sekitar Juli-Agustus atau September-Oktober.
Hilmi Wijaya pegiat tanaman hias di Bojonegoro mengatakan, pohon tabebuya akan tumbuh bunga ketika musim kemarau. Saat ditanam di wilayah intensitas hujannya sering, tabebuya memang bisa tumbuh, namun bunganya tidak akan sebagus di wilayah kering. Musim kemarau biasanya banya berbunga, tapi musim penghujan sedikit,” ungkapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Dandi Suprayitno mengatakan, bunga dari pohon akan gugur beberapa hari setelah berbunga. Namun, akan tumbuh kembali meski tidak dalam waktu yang lama. Tidak ada perawatan khusus. Hanya, pemupukan agar bunganya lebih banyak. Kemungkinan akan bertahan maksimal sebulan,” bebernya. (dan/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto