BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pemandangan berbeda ketika melintas Jalan Panglima Sudirman (Pangsud) Bojonegoro. Pohon-pohon tabebuya yang ditanam di trotoar kawasan kota Bojonegoro mulai bermekaran. Bunga tabebuya bermekaran itu pun seakan menyerupai Jepang.
Bunga tabebuya yang bermekaran ada yang putih. Ada juga bunga tabebuya merah muda bermekaran. Bunga bermekaran bergerombol. Menutupi dedaunan. Fenomena di tengah kemarau ini memperindah jalanan protokol yang terasa panas.
Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro Senin (26/6), pohon-pohon mulai bermekaran di Jalan Panglima Sudirman, Jalan Gajah Mada, Jalan Untung Suropati, dan Jalan R.A Kartini. Pohon peneduh ini diproyeksidan ikon kota, pohon tersebut dianggarkan cukup lumayan. Berdasar pagu, satu tabebuya lingkar 50 sentimeter (cm) bernilai Rp 1,8 juta. Totalnya 21 jalan protokol ditanam tabebuya.
Namun, penanaman bunga tabebuya di sejumlah jalanan kota Bojonegoro ini tidak semuanya bermekaran. Banyak juga pohon tabebuya yang ditanam ternyata mati. Kering dan tidak berdaun.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Dandi Suprayitno mengatakan, hampir semua pohon sudah mulai berbunga. Usia pohon sudah memasuki tahun kedua, meski bunganya belum maksimal. Biasanya bunga mulai maksimal pada tahun ketiga. (dan/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto