Puisi-Puisi
Oleh: Susanto
SEMBELIT UCAP
roda tumpangan terhenti di batas bayang aspal
dimana teringat senyummu mengembang.dalam sapa
tersirat kata yang penuh makna, serta pantik nan nyata
rasanya ingin aku melompat, tapi tertahan dilema
karena sebenarnya, aku ingin mengucapkan sesuatu padamu
tetapi ada sebuah rahasia yang membelenggu
dimana ada rasa yang tunduk tumbuh membatu
tentang rindu yang kerap mengetuk pintu
namun ibu jari ini tiba-tiba kaku
untaian kata terbang menjadi debu
karena di sisimu ada pemilik di dekat jari manismu dan sosok penyempurna harimu
dia yang terbaik, yang menjagamu dengan indah
sehingga niat ini surut dan menyerah
tak mau aku menjadi badai yang membawa resah
kan kubiarkan rasa ini pulang, meski harus patah arang
kupilih diam dan berpaling dengan keadaan
menelan kalimat yang hampir terbuka lebar
namun hanya doa terbaik yang mampu aku persembahkan
serta berkat bertapa besok yang bisa kuberikan
ALASKA, 22 JUNI 2026
SPESIAL PAKE TELUR DUA
ini adalah hari yang sangat berbeda
di mana hari ini duniamu merayakan cerita linimasa
cita-citaku ingin sekali rasakan sempoa jiwa
sembari membungkusnya dengan tawa
atau berikan tanda kasih yang kasat mata
tetapi diri ini punya keterbatasan prasasti
dan mulut ini tak mampu berucap di setiap kebahagiaan
untuk hari yang sangat spesial ini..!!!
hanya sebait doa yang mampu kukirim lewat hening
bersimpuh pada Sang Pemilik Jiwa abadi
dengan penuh harap engkau selalu dipeluk bahagia
dan setiap langkah yang engkau tuju diberikan kemudahan
dijauhkan dari gundah dan rasa pilu
khusus untuk hari ini, disetiap sujud namamu bergaung lirih
aku berharap hidupmu dipenuhi dengan kebaikan dan kebajikan
Semoga berkah Allah SWT selalu menyertai,
Mengalir tiada henti, menyinari jalanmu sampai nanti.
selamat hari spesial, untukmu yang berharga,
untaian doa akan selalu ada, menjagamu dari segala nestapa
Sugihwaras, 22 Juni 2026
KELANA HATI JAGA PELANA
begitu luas langkah mu saat menabur benih bajik
sekeranjang buah manggis yang manis kau bawa lewat senyum itu
disini aku hanya punya jemari yang letih dan tubuh ringkih
kau pantik kembali jadi bara menganga
samudra yang tak bertepi kau berikan padaku
mentari hangat dan teduhnya payung bumi terpatri
lalu datang membawa seulas sepi
tukcoba membalasnya dengan segelas air jernih
tetapi lihatlah senyummu siang ini
terima rona kecil yang tak seberapa
sekejap dada ini penuh dan lepaslah sunyi itu
berganti bahagia yang tiada tara
sangat tahu diri ini, bahwa pemberianku tak akan pernah setara
hanya remah kecil di antara megahnya hatimu.
tetapi didalam ketakberdayaan yang bersuara serak
ada kepuasan magis saat bisa memandangmu
terima kasih atas segalanya
dengan tetap binarkan mata yang meloloskan rasa sanksi ini
kebahagiaan ini penuh, jiwaku kini bernyanyi, karena melihatmu seperti ini adalah puncak tertinggi dari perhelatan kehidupan
Sugihwaras, 22 Juni 2026
GESER KANAN
malam ini jam berdetak lebih berat
lambat merayap menuju angka dua belas
telah padam lilin perayaan itu, sisakan sunyi
hari ini tercatat milikmu, seutuhnya milikmu
dimana ada senyum, tawa dan untaian doa semburat begitu riuh
tetapi di balik senyumku yang sedari pagi rekah
terdapat rasa takut yang perlahan tumbuh
dimana sebentar lagi, hari itu akan berganti hapuskan tanggal yang paling kukasihi
kini selangkah lagi dunia akan kembali berjalan biasa-biasa saja
sementara aku masih ingin di sini, memeluk harimu yang istimewa
dimana rasa cemburu pada esok yang datang tergesa-gesa
ambil alih waktu yang jadikanmu ratu di hatiku
karena setelah detik ini berlalu,
hari istimewa itu akan kembali menjelma jadi rindu
teras_belakang, 22 Juni 2026
* Guru SMP Negeri 2 Sugihwaras.
Editor : Farhan Reza Ardiansyah