RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tanah Desa Papringan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro ternyata menyimpan jejak sejarah yang luar biasa. Sayangnya, jejak-jejak itu justru terancam hilang karena minimnya perhatian dari pihak terkait.
Warga setempat telah menemukan berbagai peninggalan kuno dari masa lampau. Mulai dari uang koin Tiongkok dari era Dinasti Tang dan Ming, hingga kendi yang diduga berasal dari zaman Kerajaan Majapahit. Namun alih-alih dijaga dan diteliti, benda-benda itu malah berpindah tangan ke kolektor benda antik karena tidak ada dukungan untuk pelestarian.
Kaur Pemerintahan Desa Papringan, Mukhlisin mengungkapkan bahwa penemuan sering terjadi di wilayah yang di permukaannya banyak ditemukan pecahan tembikar.
“Biasanya di daerah yang atasnya banyak pecahan tembikarnya, di situ sering ditemukan koin kuno. Sayangnya ya gitu, karena nggak ada perhatian, warga akhirnya jual ke kolektor,” ungkapnya saat ditemui Kamis (7/8).
Baca Juga: Begini Asal-Usul Perlombaan Panjat Pinang, Ternyata Punya Sejarah Unik dari Dua Budaya Berbeda
Meskipun sudah terjadi berulang kali, Desa Papringan tetap sepi dari perhatian publik maupun pemerintah. Tidak ada upaya untuk menjadikan desa ini sebagai kawasan cagar budaya, museum terbuka, atau bahkan sekadar dokumentasi resmi. Padahal, potensi sejarah dan arkeologisnya bisa menjadi pintu gerbang memahami peradaban masa lalu di Bojonegoro.
Salah satu warga yang menolak disebut namanya menambahkan, kendi dari era Majapahit pernah ditemukan, namun akhirnya ikut dijual karena tidak ada lembaga resmi yang datang mengamankan atau meneliti benda tersebut.
Kondisi ini jelas menjadi tamparan, apalagi di tengah upaya melestarikan budaya lokal. Jika penemuan-penemuan ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin harta sejarah kita akan lenyap satu per satu, dibeli diam-diam dan menjadi milik pribadi. (jea-mgg/edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana