Bela diri muay thai di Bojonegoro belum begitu populer. Eko Purnomo salah satu pelatih muay thai mulai mengenalkan muay thai sejak medio 2021 lalu. Ternyata, yang ikut ibu-ibu.
BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro
RAGAM bela diri ada di Bojonegoro. Namun, belum pernah mendengar beladiri asal Thailand bernama muay thai ditekuni warga Bojonegoro. Jawa Pos Radar Bojonegoro aktivitas latihan muay thai di sebuah sanggar senam.
Bertemu pelatih muay thai di kawasan Pasar Dander pada Kamis siang (26/5). Kebetulan, pelatih bernama Eko Purnomo itu sedang senggang. Eko berobsesi agar cabang olahraga ini semakin merakyat.
Eko ternyata lama merantau di Surabaya. Sejak 1999 silam. Pernah bekerja sebagai petugas dinas kebersihan. Lalu, sebelum pulang ke Bojonegoro bekerja sebagai ojek online. “Alasan pulang ke Bojonegoro biar lebih dekat dengan orang tua,” ujar lelaki tinggal di Desa Ngunut, Kecamatan Dander.
Di tengah kesibukan bekerja, Eko merasa kurang olahraga. Karena pada 2010 mulai menjamur muay thai di Surabaya, Eko tertarik ikut latihan rutin. Kemudian, karena tekun berlatih, Eko dilirik pelatihnya menjadi asisten pelatih. Ternyata, lambat laun Eko dipercaya melatih sendiri oleh pelatihnya.
“Saya kali pertama ikut latihan di Muthas (Muay Thai Surabaya). Tapi, saya juga ikut latihan di tempat-tempat lain di antaranya Juntos, Knock Out, Java Muay Thai, dan Hellionz MMA,” beber bapak dua anak itu.
Anehnya, saat Eko pulang ke Bojonegoro tidak memiliki niat menjadi pelatih muay thai. Ia hanya ingin bekerja di Bojonegoro. Tapi, karena tak kunjung dapat pekerjaan, teman-temannya mendorong agar buka kelas muay thai. “Akhirnya saya bikin akun Instagram. Ternyata ada yang tertarik,” ucapnya.
Setelah berjalan dua bulan, salah satu sanggar senam di Desa Ngumpakdalem, tertarik mengajak Eko membuka kelas muay thai. “Alhamdulillah dipercaya pemilik sanggar senam Royya. Jadi bisa buka kelas muay thai secara reguler tiap Kamis dan Minggu pukul 19.00,” imbuhnya.
Sedari awal Eko tidak tertarik menjadi atlet profesional. Sejak awal memang ingin menjadi pelatih, kebetulan di Surabaya peminat olahraga ini tinggi. Karena bela diri muay thai banyak dipopulerkan selebriti. Jadi, tren muay thai terus meluas.
Uniknya, muay thai jarang dilirik lelaki. Justru didominasi perempuan ikut berlatih. Eko pun tidak tahu secara pasti alasannya, tapi sedikit banyak memang pengaruh dari tren dipopulerkan para selebriti perempuan.
“Jadi ketika para perempuan tahu idolanya main muay thai, akhirnya penasaran ingin ikut latihan muay thai juga,” ujarnya.
Setelah enam bulan berjalan, setidaknya Eko melatih sekitar 20 anggota. Para anggota perempuan sudah suka berolahraga seperti zumba atau aerobik. Namun, alasan ikut latihan muay thai karena bisa jadi sarana meluapkan amarah sehingga bisa menghilangkan stres.
“Sedangkan senam zumba atau aerobik hanya sekadar fun, tapi tidak bisa jadi sarana luapkan emosi,” imbuhnya.
Ada alasan lainnya muay thai lebih diminati karena tidak ada jurus-jurus tertentu harus dihafalkan. Sedangkan bela diri lain seperti silat, karate, atau taekwondo pasti ada jurus-jurus dan tingkatan warna sabuk. “Di muay thai tidak ada jurus dan tingkatan sabuk. Latihan muay thai tetap bertahap, fokusnya jam terbang latihan,” ujarnya. (*/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto