Berdasarkan pantauan di lapangan kemarin (4/6), kendaraan berjejer mulai SPBU Desa Talok hingga Jembatan Kalitidu. Berdasar Google Maps juga tampak warna merah menyala menandakan kemacetan.
Perbaikan Jalan nasional di Bojonegoro-Cepu tersebut, sebelumnya sempat dikeluhkan warga karena kerusakan dan sempitnya jalan nasional di wilayah Bojonegoro barat.
Sementara itu, pelebaran jalan juga dilakukan di wilayah timur yaitu di Jalan Raya Bojonegoro-Babat, pelebaran dengan anggaran APBD Bojonegoro tersebut tepatnya di wilayah Kecamatan Baureno turut Desa Ngemplak.
Berdasarkan Data Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PUBMPR) Bojonegoro, tahun ini akan dilakukan pelebaran mulai Desa Ngemplak hingga Desa Gajah, Kecamatan Baureno. Pelebaran jalan tersebut dengan penambahan tiga meter, di sisi kanan dan kiri masing-masing satu setengah meter.
Sekretaris Dinas PUBMPR Chusaifi Ivan menjelaskan, sebelumnya pemkab telah menuntaskan pelebaran jalan nasional sepanjang 20 kilometer pada tahun 2021 hingga 2022.
‘’Panjangnya sekitar 10 kilometer di setiap tahunnya,’’ katanya.
Tahun ini akan dituntaskan hingga perbatasan Bojonegoro-Lamongan dengan panjang pengerjaan sekitar 13 kilometer. Sebelumnya, pada 2021 pelebaran sepanjang 10 kilometer dari Tugu Selamat Datang di Jalan Ahmad Yani sampai Desa Margomulyo, Kecamatan Balen. Sedangkan pada 2022 dilanjutkan pelebaran sepanjang 10 kilometer, dari Desa Margomulyo Kecamatan Balen hingga Desa Ngemplak Kecamatan Baureno. (dan/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto