BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Proses pendaftaran dan penempatan lapak di Pasar Wisata, masih menjadi polemik sebagian pedagang. Dipicu pedagang tidak mendapat tempat di Pasar Wisata meski sudah mendaftar.
Penempatan pasar secara resmi dijadwalkan kemarin (10/1), kuota kepemilikan lapak penuh meski sebagian besar lapak masih sepi dari aktivitas jual beli.
Sudarsono pedagang menanyakan proses pengundian dirasa kurang transparan. Tempat berjualan di Pasar Wisata lebih besar dari Pasar Kota, seharusnya mampu menampung pedagang. Tapi, dirinya keluhkan jumlah kuota yang habis.
‘’Hari ini masih sepi tapi kuota sudah penuh. Kalau begini justru tidak tahu mana sudah ditempati atau belum,” ungkapnya.
Sudarsono disarankan pihak UPT pasar menempati tempat yang kosong, namun menurutnya hal ini justru riskan. ‘’Takutnya ketika ditempati justru rebutan dengan pedagang lain,” tutur pedagang asal Kelurahan Banjarejo tersebut.
Rahayu pedagang menempati Pasar Wisata mengatakan, belum mengerti terkait undian hingga sewa karena memang belum ada ketentuan. ‘’Ada yang ambil dua sampai tiga tempat, namun saya hanya satu,” bebernya.
Sementara itu, Kepala UPT Pasar Kota Nur Cholis menjelaskan, terkait undian pedagang menempati lantai bawah memang sudah habis. Totalnya 961 lapak. Awalnya diumumkan kepada pedagang eks Pasar Kota untuk segera menempati.
‘’Berhubung tidak segera menempati, ditempati oleh pedagang lain,” bebernya.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro Sukaemi mengatakan, meski dibukanya Pasar Wisata dijadwalkan hari ini (10/1) namun prosesnya belum seluruhnya selesai. ‘’Masih proses penempatan,’’ ujarnya melalui pesan WhatsApp. (dan/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto