Bojonegoro Masih Panas hingga Oktober, Kapan Hujan Mulai Turun?

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 14:13 WIB
Bantuan air bersih di desa Mulyorejo, Tambakrejo (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
Bantuan air bersih di desa Mulyorejo, Tambakrejo (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Cuaca panas dan kondisi kering masih menjadi perhatian warga Bojonegoro memasuki Oktober 2026. Setelah mengalami periode tanpa hujan cukup panjang, masyarakat kini menunggu kapan hujan mulai turun secara lebih merata.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi atmosfer Indonesia pada awal Oktober masih relatif kering. Dalam prakiraan cuaca periode 2–8 Oktober 2026, BMKG mencatat masih banyak wilayah yang mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori panjang hingga ekstrem panjang.

Hingga Dasarian II September 2026, sebanyak 1.474 titik di Indonesia tercatat mengalami HTH kategori ekstrem panjang. BMKG juga menyebut kondisi kering masih berpotensi berlanjut pada wilayah yang sebelumnya telah mengalami periode tanpa hujan berkepanjangan.

Bojonegoro Masih Berpotensi Kering pada Oktober

Khusus Jawa Timur, kondisi kering diperkirakan belum langsung berakhir pada awal Oktober.

Baca Juga: Bojonegoro Punya Banyak Bendungan, Waduk, dan Embung, Ini Fungsinya Saat Musim Kemarau

Dalam prediksi curah hujan bulanan Oktober 2026, BMKG memasukkan Bojonegoro dalam wilayah Jawa Timur yang diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–100 milimeter per bulan.

Artinya, masuknya Oktober belum otomatis membuat hujan turun rutin di Bojonegoro. Hujan tetap mungkin terjadi secara lokal, tetapi intensitas dan frekuensinya belum tentu cukup untuk mengakhiri kekeringan secara keseluruhan.

BMKG dalam prakiraan 2–8 Oktober juga menyebut Jawa Timur berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang pada periode 2–4 Oktober. Namun, kondisi tersebut bersifat lokal dan tidak berarti seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk Bojonegoro, akan mendapatkan hujan secara merata.

Kapan Musim Hujan Mulai?

Pertanyaan berikutnya adalah kapan Bojonegoro benar-benar memasuki musim hujan.

BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026. Namun, sebanyak 529 Zona Musim (ZOM), atau 61,08 persen wilayah Indonesia, diprediksi mengalami awal musim hujan yang mundur dibandingkan rata-rata klimatologis.

Kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena El Niño yang berada pada fase sangat kuat. BMKG menyebut El Niño diprediksi masih bertahan hingga awal 2027.

Karena itu, hujan yang mulai muncul pada Oktober sebaiknya belum langsung dianggap sebagai tanda bahwa musim hujan telah tiba sepenuhnya.

Kekeringan Sudah Berlangsung Panjang

Kondisi tersebut sejalan dengan laporan mengenai kekeringan di Jawa Timur.

Laporan SuaraBanyuurip pada 30 September 2026 menyebut Jawa Timur memasuki kondisi kekeringan ekstrem setelah sejumlah wilayah mengalami tidak turun hujan selama lebih dari 60 hari berturut-turut.

Secara nasional, BMKG juga mencatat ribuan titik mengalami periode tanpa hujan lebih dari 60 hari. Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah selatan Indonesia, termasuk sebagian besar Pulau Jawa.

Baca Juga: Opini: El-Nino dan Mitigasi Potensi Gangguan Kesehatan

Bagi Bojonegoro, kondisi ini dapat berdampak langsung terhadap ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian.

Dampak bagi Warga dan Petani

Kemarau panjang membuat kebutuhan air menjadi persoalan yang semakin penting. Warga perlu mengantisipasi kemungkinan terbatasnya sumber air, sementara petani harus menyesuaikan pola tanam dengan ketersediaan air.

Ancaman terhadap sektor pertanian juga menjadi perhatian di Jawa Timur. Pada September 2026, DPRD Jawa Timur meminta pemerintah mempercepat penanganan kekeringan karena sejumlah lahan pertanian terancam mengalami gagal panen.

Langkah yang didorong antara lain pemetaan lahan terdampak, pompanisasi, serta kajian pembangunan atau pemanfaatan sumur bor untuk menyelamatkan lahan yang masih dapat dipertahankan.

Jadi, Sampai Kapan Bojonegoro Panas?

Jika mengacu pada data terbaru BMKG, Bojonegoro masih berpotensi mengalami kondisi panas dan kering sepanjang Oktober 2026, terutama karena prediksi curah hujan bulan ini masih berada pada kategori rendah.

Peluang hujan tetap ada, bahkan hujan sedang dapat terjadi secara lokal pada awal Oktober. Namun, masyarakat sebaiknya tidak menganggap satu atau dua kali hujan sebagai berakhirnya musim kemarau.

Peluang memasuki periode hujan yang lebih konsisten baru semakin terbuka ketika memasuki November hingga Desember 2026. Meski demikian, BMKG telah mengingatkan bahwa awal musim hujan di banyak wilayah Indonesia berpotensi mengalami keterlambatan.

Baca Juga: Kekeringan Melanda 74 Desa yang Tersebar di 19 Kecamatan

Dengan demikian, bagi warga Bojonegoro, Oktober masih menjadi bulan yang perlu diwaspadai dari sisi kekeringan dan ketersediaan air. Masyarakat juga disarankan tetap mengikuti prakiraan dan peringatan dini BMKG karena perubahan cuaca dapat terjadi secara lokal. (*)

Sumber:

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Hujan el nino bojonegoro cuaca panas BMKG