RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Penghargaan tidak sekadar menjadi seremoni. Bagi pemerintah daerah, apresiasi juga menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut mengemuka oleh tiga pimpinan daerah.
Di antaranya, Bupati Lamongan, Wakil Bupati Bojonegoro, dan Wakil Bupati Blora saat menerima penghargaan kategori Inspiring Food Security Pioneers dalam ajang Radar Bojonegoro Awards 2026 di Hotel Aston, Kamis (17/9).
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, penghargaan yang diterima Pemkab Bojonegoro ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus pacuan untuk terus meningkatkan kinerja pemerintahan.
“Atas nama Bapak Bupati Bojonegoro, kami menyampaikan terima kasih sudah diberikan penghargaan. Penghargaan ini merupakan suatu pacuan dalam kinerja. Ternyata ada orang lain yang menilai,” ujarnya.
Menurut Bu Nurul sapaannya, tantangan pembangunan Bojonegoro semakin besar seiring kontraksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), salah satunya akibat penurunan dana bagi hasil (DBH) migas. Produksi migas yang pada puncak 2020 mencapai sekitar 235 ribu barel per hari, kini berada di kisaran 115 ribu barel per hari.
Baca Juga: Sebanyak 69 Tokoh Inspiratif Meraih Radar Bojonegoro Awards 2026
Kondisi tersebut membuat Pemkab Bojonegoro harus semakin cermat dalam mengelola keuangan daerah. Anggaran diprioritaskan untuk sektor strategis, terutama pertanian dan kesehatan, serta sejumlah agenda tematik pembangunan lainnya.
Di sektor pertanian, lanjutnya, pemerintah fokus memberikan solusi terhadap persoalan petani, mulai pupuk, ketersediaan air, harga pascapanen, hama, hingga bibit. Kebijakan tersebut turut mendorong peningkatan produksi padi Bojonegoro.
“Pada triwulan pertama 2026, produksi padi Bojonegoro dari 710 ribu ton menjadi 886 ribu ton,” terangnya.
Selain itu, tambahnya, Pemkab Bojonegoro juga memprioritaskan penanganan kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran, serta memperkuat konektivitas wilayah.
"Matur suwun atas nama Pemkab Bojonegoro," ujarnya.
Semangat serupa disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Sosok nomor satu di Pemkab Lamongan tersebut menegaskan, penghargaan yang diterima didedikasikan kepada masyarakat Lamongan, khususnya para petani.
“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk masyarakat, utamanya petani-petani di Lamongan yang hari-hari ini semua senang, tersenyum, gembira,” tutur Pak Yes, sapaan akrabnya.
Dia menyebut, sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Lamongan. Sekitar 36 persen PDRB Lamongan berasal dari sektor tersebut. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong Lamongan sebagai lumbung pangan nasional sekaligus Jawa Timur.
Dengan produksi lebih dari satu juta ton, lanjutnya, Lamongan menjadi salah satu produsen gabah terbesar di Jawa Timur. Capaian tersebut tidak lepas dari kinerja petani serta dukungan sarana dan prasarana pertanian.
“Produksi tinggi karena kinerja petani di Lamongan benar-benar megilan. Setelah panen tidak menunggu lama. Sudah ndeder, membuat winehan lagi,” ujarnya.
Baca Juga: Malam Ini Penganugerahan Radar Bojonegoro Awards 2026
Menurut Pak Yes, ketersediaan irigasi, jalan usaha tani, dukungan air, dan sarana pertanian lainnya menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas.
"Kami terus berkomitmen, berupaya, bahwa ketahanan pangan menjadi bagian penting untuk perkembangan masyarakat di Lamongan," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menilai, penghargaan Radar Bojonegoro Awards 2026 bukanlah tujuan akhir. Penghargaan tersebut justru menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah untuk bekerja lebih keras, lebih baik, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan manfaat nyata untuk masyarakat.
“Atas nama Pemkab Blora, kami sampaikan apresiasi kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro atas penyelenggaraan ajang penghargaan ini,” apresiasinya.
Penghargaan ini, lanjutnya, dipersembahkan kepada seluruh masyarakat Blora serta berbagai elemen yang selama ini bersama-sama membangun daerah. Dia juga mengapresiasi peran Radar Bojonegoro dalam mengawal dinamika pembangunan di wilayah Blora.
“Mari terus kita perkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan kolaborasi. Demi mewujudkan daerah maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (ewi/zim)
Editor : Bhagas Dani Purwoko