Lima puskesmas itu meliputi, Puskesmas Dander, Puskesmas Kedewan, Puskesmas Ngambon, Puskesmas Sekar, dan Puskesmas Baureno
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehataan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Imam Wahyudi, Pemkab Bojonegoro sedang pengadaan tanah untuk lima puskesmas di perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) tahun ini.
Alasannya, bangunan sebelumnya berdiri di lahan pihak ketiga, bukan milik pemkab, dan dinilai belum standar.
Seperti Puskesmas Dander, pemkab sudah memiliki lahan di belakangnya, sehingga tanah saat ini ditempati akan dibeli. ‘’Yang sudah ada (Puskesmas Dander) nanti untuk rawat inap. Luasnya 1.086 meter persegi. Anggaran Rp 1,3 miliar,” katanya.
Baca Juga: Puskesmas Tanjungharjo Layani Rawat Jalan dan Inap, Pembangunan Telan Anggaran Rp 8 Miliar
Menurut dia, kemudian Puskesmas Kedewan yang berdiri di atas tanah kas desa (TKD) seluas 475 meter persegi. Sehingga, bakal direlokasi dan dibangun sesuai standar puskesmas dengan anggaran sekitar Rp 3 miliar. ‘’Luasannya 7.000 meter persegi dan strategis di tepi jalan,” bebernya.
Selanjutnya, Puskesmas Ngambon yang juga berdiri di atas TKD dengan luas 400 meter persegi. Dinilai sempit dan tidak bisa dikembangkan. ‘’Ini masih proses. Luasnya 3,260 meter persegi, anggarannya Rp 1,3 miliar,” katanya.
Imam menyampaikan, fasilitas kesehatan (faskes) selanjutnya yakni Puskesmas Sekar yang berdiri di lahan perhutani. Menurut dia, mengantisipasi jual beli di lahan tersebut, sehingga membeli di tempat lain dengan luas 4.821 meter persegi. ‘’Anggaran Rp 3 miliar,” katanya.
Terakhir, lanjut dia, Puskesmas Baureno berdiri di lahan dua kepemilikan. Bangunan pun relatif kecil. Pemkab sudah mencari tanah di Desa Banjaran, kecamatan setempat. Total dua bidang dengan luas 16 ribu meter persegi. ‘’Rencana mau digunakan rest area. Kalau bisa terbeli nantinya ada fasum (fasilitas umum), taman, rest area, puskesmas. Pengadaan lahannya sekitar Rp 3 miliar,” jelasnya. (yna/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah