KEMARAU panjang menjadi tantangan ganda bagi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro. Selain memicu tingginya kejadian kebakaran, kondisi kering juga membuat ketersediaan air menjadi kendala saat proses pemadaman. Hingga 31 Agustus 2026, Damkarmat Bojonegoro mencatat sebanyak 338 kejadian kebakaran.
Kepala Dinas Damkarmat Bojonegoro, Siswoyo menyampaikan, kejadian kebakaran didominasi lahan, pekarangan, sampah, jerami, dan rumpun bambu. Tercatat sebanyak 164 kejadian pada kategori tersebut.
"Total kebakaran sampai 31 Agustus 2026 sebanyak 338 kali," ujarnya.
Kondisi kemarau panjang turut mempengaruhi proses penanganan kebakaran. Terlebih, mengingat tidak sedikit daerah di Bojonegoro mengalami kekeringan saat ini.
Baca Juga: Kejadian Kebakaran Hutan di Bojonegoro Melonjak
"Memang ada kendala air," terangnya.
Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, lanjutnya , Damkarmat menerapkan sistem dukungan antarpos. Ketika satu pos membutuhkan tambahan pasokan air atau dukungan dalam proses pemadaman, pos lain akan membantu.
"Kalau pemadaman kita selalu ada backup dari pos lain. Sehingga, bisa dibantu oleh pos lain," jelasnya.
Selain itu, tambahnya, untuk wilayah kota dan sekitarnya, Damkarmat juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk di-backup water supply.
Dia memastikan, kendaraan pemadam yang bersiaga di setiap pos tetap dalam kondisi siap dengan pasokan air.
"Kalau di pos kami tidak kekeringan. Jadi, mobil yang standby selalu siap dengan air. Waktu pemadaman antar pos juga saling backup," jelasnya. (ewi/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah