RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Alun-Alun Bojonegoro kemarin (20/7) dipastikan steril dari pedagang kaki lima (PKL). Setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memindahkan 40 PKL di pusat kota itu, ke Taman Rajekwesi sejak Sabtu (18/7) lalu.
Proses pemindahan PKL berlangsung lancar, setelah Satpol PP Bojonegoro mengajak dialog para PKL.
"Sabtu kemarin (pindahnya, red) di belakang Taman Rajekwesi aset kodim," kata Kepala Satpol PP Bojonegoro Laela Noer Aeny kemarin (20/7).
Baca Juga: Alun-Alun Dikosongkan PKL, Nekat Berjualan saat CFD
Perempuan akrab disapa Aeny itu menjelaskan, pemindahan pedagang dari Alun-Alun Bojonegoro ke belakang Taman Rajekwesi, yang merupakan aset Komando Distrik militer (Kodim) 0813.
Setidaknya ada sekitar 40 pedagang yang dipindah. Disinggung terkait penolakan atau kekhawatiran para pedagang tersebut, Aeny mengatakan, hal itu pasti ada. Namun, klaimnya, sudah klir setelah dirembuk bersama.
"Kekhawatiran seperti itu (misalnya terkait pelanggan atau pendapatan, red) pasti, tetapi Alhamdulillah kita rembuk bersama dan klir," klaim mantan kepala bagian (kabag) perekonomian dan sumber daya alam (SDA) itu.
Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bojonegoro Anggun Sofia Ardila mengatakan, pemindahan itu kurang maksimal, sebab sistem pasar sudah terbentuk di lokasi sebelumnya. Juga, pedagang berpotensi sulit menyesuaikan dengan tempat baru.
Baca Juga: Bakal Direlokasi, PKL Alun-Alun Blora Gelisah Soal Tempat Berjualan Baru
"Iya, biasanya sering ke alun-alun atau Taman Rajekwesi. Tapi, untuk pemindahan harusnya ada relokasi khusus untuk pedagang tapi tetap di alun-alun," katanya. (yna/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah