Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

KPM Gayatri Kelimpungan: Harga Pakan Naik, Harga Telur Anjlok

Yana Dwi Kurniya Wati • Selasa, 7 Juli 2026 | 07:39 WIB
GAYATRI: KPM Gayatri sedang di kandang ayamnya, kenaikan harga pakan pabrikan berdampak menurunnya pendapatan. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
GAYATRI: KPM Gayatri sedang di kandang ayamnya, kenaikan harga pakan pabrikan berdampak menurunnya pendapatan. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Harga telur ayam di pasaran anjlok. Sebaliknya, harga pakan pabrikan melonjak. Kondisi ini sangat meresahkan keluarga penerima manfaat program gerakan beternak ayam petelur mandiri (gayatri).

Harga telur sebelumnya di Rp 25 ribu per kilogram (kg), menjadi Rp 23,5 ribu per kg di sekitar kota. Bahkan, sempat Rp 20 ribu per kilogram (kg). Terdapat selisih harga di tiap wilayah.

Sementara, di peternak penerima program gerakan beternak ayam petelur mandiri (gayatri) di angka Rp 23-24 ribu per kg. Namun, rawan menumpuk dan lama laku, karena lebih murah di pasaran.

Sebaliknya, harga pakan kian naik, mencapai Rp 395 ribu per 50 kg/sak selama dua pekan terakhir. Sebelumnya Rp 380 ribu per 50 kg/sak.

Baca Juga: KPM Akui Gayatri Tak Bisa Menopang Ekonomi: Dampak Kenaikan Harga Pakan, Pemkab Wajibkan ASN Bojonegoro Membeli Telur

"Minggu ini harga (telur) turun drastis, Rp 18-19 ribu per kg di warung. Kalau peternak (gayatri, red) jual Rp 23-24 ribu per kg. Kalau kita jual murah enggak bisa muter (untuk pemeliharaan ayam, red)," keluh Dedik salah satu penerima gayatri di Kecamatan Margomulyo kemarin (6/7).

Dedik melanjutkan, turunnya harga telur menjadi kekhawatiran para penerima gayatri. Sebab, harga pakan kian naik, mencapai Rp 395 ribu per 50 kg/sak selama dua pekan terakhir. Sebelumnya Rp 380 ribu per 50 kg/sak.

Menurut dia, penjualan telur tergantung konsumen. Belum ada wadah penerima hasil panen gayatri seperti satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di wilayahnya.

"Kalau menurut saya pribadi jika pemkab menyiapkan skema, mending subsidi saja, karena kalau alat bantu misal 28 unit di 28 kecamatan ya kadang waktunya enggak ada. Belum kalau itu mungkin satu per kecamatan, logikanya penerima manfaat jauh dari kecamatan bagaimana, belum harga jagung juga mahal," ujar dia.

Dia menambahkan, pertama mendapat bantuan gayatri merasa senang karena masih belum membeli pakan sendiri. Tapi, untuk sekarang sudah merasakan efek harga pakan naik, tapi harga telur anjlok. "Kalau harga telur stabil lumayan buat uang saku anak," harap dia.

Baca Juga: Bupati Bojonegoro Medhayoh di Gayam, Tinjau Pertanian hingga Program Gayatri

Sementara itu, harga pakan di Kecamatan Ngraho di angka Rp 385 ribu per 50 kg/sak. Namun, harga telur juga turun hingga di Rp 15 ribu per kg. "Kalau di tengkulak Rp 15-18 ribu per kg, tapi saya jual Rp 23-25 ribu per kg," tambah penerima gayatri lainnya. (yna/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#harga telur #harga pakan #gayatri #SPPG #bojonegoro