BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, resmi membuka Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 di Alun-Alun Bojonegoro, Rabu malam (17/6). Festival yang berlangsung hingga 20 Juni tersebut menjadi wadah promosi batik sekaligus penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Dalam sambutannya, Arumi mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang terus melestarikan budaya melalui penyelenggaraan festival batik. Menurutnya, batik bukan sekadar kain tradisional, melainkan identitas bangsa yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal.
"Pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kreatif. Batik memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Arumi menilai Bojonegoro yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil energi, pertanian, dan kehutanan, kini mulai menunjukkan perkembangan sebagai daerah yang mampu mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya. Beragam motif batik khas Bojonegoro menjadi bukti kreativitas masyarakat yang terus tumbuh dan berkembang.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 tidak hanya menghadirkan pameran batik dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga diisi berbagai kegiatan edukatif. Di antaranya workshop, talkshow, lomba, hingga forum jejaring ekonomi kreatif.
Menurut Wahono, rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dan ekonomi kreatif agar mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas, inovatif, serta memiliki daya saing yang lebih luas.
"Festival ini bukan hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang belajar, berkolaborasi, dan memperluas pasar bagi para pelaku ekonomi kreatif," katanya.
Mengusung tema "Wastrane Bojonegoro Membumi lan Ngamboro ing Bawono", festival ini diharapkan mampu mengangkat batik khas Bojonegoro ke tingkat nasional hingga internasional. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan semakin memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. (tih/zim)
Editor : M. Nurkhozim