RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro resmi dimulai tahun ini. Namun, proyek tersebut tidak ditargetkan selesai dalam satu tahun anggaran.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro merancang pembangunan berlangsung selama dua tahun. Total kebutuhan anggarannya diperkirakan mencapai Rp160 miliar.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro, Satito Hadi, mengatakan pembangunan pasar akan dilaksanakan secara bertahap pada 2026 dan 2027.
"Pembangunan rencananya berlangsung dua tahun, tahun ini dan tahun depan," ujarnya.
Pada tahun ini, Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp80 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk menyelesaikan struktur utama bangunan agar proses konstruksi dapat berjalan lebih cepat.
"Tahun ini belum sampai tahap finishing. Pekerjaan hanya menyelesaikan struktur bangunan," terangnya.
Baca Juga: Tender Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro Gagal, DPKPCK Rencanakan Tender Ulang
Pasar Kota Bojonegoro yang baru dirancang mengusung konsep modern layaknya pusat perbelanjaan di kota-kota besar.
Gedung tersebut akan memiliki empat lantai yang masing-masing dilengkapi area parkir. Dengan konsep itu, pengunjung dapat langsung memarkir kendaraannya di lantai yang menjadi tujuan berbelanja.
Tak hanya itu, pasar juga akan terintegrasi dengan Taman Bengawan Solo (TBS). Pemkab berencana membangun jembatan penghubung yang menghubungkan kedua kawasan tersebut.
"Kami juga akan membuat pasar terhubung dengan Taman Bengawan Solo melalui jembatan penghubung," jelas Satito.
Saat ini, proyek pembangunan Pasar Kota masih dalam proses lelang ulang. Pada proses lelang sebelumnya, tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan sehingga pengadaan harus diulang.
Meski demikian, Satito optimistis proses lelang ulang tidak akan mengganggu target pekerjaan tahun ini. Menurutnya, karena fokus pembangunan hanya pada struktur bangunan, waktu yang tersedia masih mencukupi.
"Kalau hanya struktur, kami optimistis selesai tepat waktu. Berbeda jika sampai tahap finishing," katanya.
Untuk penyelesaian proyek pada tahun depan, kebutuhan anggaran diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun ini, yakni sekitar Rp80 miliar. Dengan demikian, total anggaran pembangunan Pasar Kota diperkirakan mencapai sekitar Rp160 miliar.
Baca Juga: Jadwal Relokasi Pedagang Pasar Kota Bojonegoro Masih Dibahas
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, membenarkan bahwa pembangunan Pasar Kota memang dirancang berlangsung selama dua tahun.
Menurutnya, ukuran bangunan yang besar serta kelengkapan fasilitas membuat proyek tersebut tidak memungkinkan diselesaikan dalam satu tahun.
"Gedung pasar itu memang direncanakan dibangun selama dua tahun," ujar politikus Partai Demokrat tersebut.
Meski demikian, Sukur mengingatkan DPKPCK agar seluruh pekerjaan yang telah ditargetkan pada tahun anggaran 2026 benar-benar selesai tepat waktu.
Ia tidak ingin pekerjaan yang seharusnya tuntas tahun ini justru bergeser ke tahun berikutnya.
"Yang menjadi target tahun ini harus selesai tahun ini. Tahun depan baru dilanjutkan dengan alokasi anggaran berikutnya," tegasnya. (zim)
Editor : Bhagas Dani Purwoko