RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Nasib deretan ruko di Taman Rajekwesi kian memprihatinkan. Dari sekitar 30 unit ruko yang tersedia, kini hanya tiga yang masih ditempati penyewa.
Selebihnya telah kosong selama bertahun-tahun setelah ditinggalkan para pedagang karena sepinya pembeli.
Mayoritas penyewa yang hengkang merupakan pelaku usaha kuliner. Mereka memilih menutup usahanya lantaran pendapatan tidak mampu menutup biaya operasional.
"Rata-rata penyewa adalah pedagang kuliner," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Bojonegoro, Ahkmadi.
Menurut dia, aktivitas usaha di kawasan tersebut selama ini hanya ramai pada malam hari. Sebagian besar penyewa baru membuka lapak setelah sore hingga malam karena pengunjung taman umumnya datang pada waktu tersebut, terutama saat akhir pekan.
Baca Juga: Ruko Taman Rajekwesi Bakal Dibongkar Total, Pemkab Bojonegoro Siapkan Konsep Baru
Kondisi itu dinilai membuat usaha sulit berkembang. Apalagi ketika musim hujan, jumlah pengunjung menurun drastis sehingga omzet pedagang ikut terdampak.
Ahkmadi menjelaskan, saat ini hanya tiga pedagang yang masih bertahan, yakni penjual nasi goreng dan kedai kopi. Sementara puluhan ruko lainnya sudah lama tidak beroperasi.
"Yang masih bertahan hanya pedagang nasi goreng dan kopi," jelasnya.
Untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp19,9 miliar pada tahun ini untuk merevitalisasi bangunan ruko itu.
Pemkab telah menyiapkan konsep baru agar kawasan tersebut tidak hanya ramai pada malam hari, tetapi juga menjadi destinasi yang menarik dikunjungi pada siang hari.
"Masyarakat diharapkan lebih nyaman datang dan berlama-lama di kawasan itu," katanya.
Meski demikian, Ahkmadi mengaku belum dapat memastikan mekanisme penempatan tenant di food court yang akan dibangun.
Termasuk apakah tiga pedagang yang saat ini masih bertahan akan diprioritaskan menempati lokasi baru. "Itu akan dibahas lebih lanjut setelah proses pembangunan selesai," ujarnya.
Baca Juga: Pagu Revitalisasi Taman Rajekwesi Dipasang Rp 225 Juta
Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK), bangunan baru akan dibuat dua lantai.
Lantai dasar direncanakan menjadi pusat Dekranasda, sedangkan lantai dua difungsikan sebagai food court dengan konsep yang lebih modern.
"Nantinya pengunjung bisa menikmati kuliner sambil bersantai dan melihat pemandangan Jembatan Sosrodilogo," terang Ahkmadi.
Kepala DPKPCK Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi, menambahkan bahwa revitalisasi dilakukan secara menyeluruh. Bangunan lama akan dibongkar total sebelum pembangunan gedung baru dimulai.
"Lantai dasar akan digunakan untuk Dekranasda, sedangkan lantai dua menjadi coffee shop dan food court dengan konsep yang lebih modern. Selama ini memang kawasan tersebut sepi, sehingga akan kami tata agar lebih menarik," katanya.
Menurut Satito, bangunan yang telah berusia sekitar 10 tahun itu memang sudah membutuhkan pembaruan agar lebih representatif dan mampu menarik minat masyarakat. "Targetnya pembangunan selesai pada akhir tahun ini," pungkasnya. (zim)
Editor : Bhagas Dani Purwoko