RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kebijakan Efisiensi anggaran berdampak di sejumlah program, salah satunya proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Karangnongko di Kecamatan Margomulyo. Berpotensi molor hingga 2030. Pembebasan lahan pun, hingga kemarin (7/4) belum tuntas.
Namun, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro menegaskan jika pengerjaan fisik sudah 36,7 persen per Januari, dengan target selesai 2028.
"Ini kan perpanjangan penlok (penetapan lokasi) sekali dalam setahun, sudah habis. Tinggal beberapa bulan, sekarang sudah April belum ada informasi apapun lagi," kata Kepala Desa (Kades) Kalangan, Kecamatan Margomulyo, Kasmani, kemarin (7/4).
Dia mengatakan, telah mengirim surat permohonan kepada bupati terkait permukiman warga dan pembebasan lahan area genangan bendungan pada 19 Februari lalu. Tapi, belum ada jawaban.
Baca Juga: Warga Nglebak Terdampak Proyek Bendungan Karangnongko Belum Terima Ganti Rugi
Dalam surat tersebut, meminta pemrukiman warga terdampak pembangunan, identifikasi lahan warga yang masih tertinggal, identifikasi lahan yang belum masuk dalam penlok, penerbitan sertifikat sisa tanah terdampak, dan pelepasan tanah kas desa (TKD) yang pernah dibahas di provinsi.
"Gagal mungkin ya. Kalau tidak jadi ya sertifikat-sertifikat ini segera dikembalikan," ujarnya.
Sementara itu, Kades Ngelo, Kecamatan Margomulyo Tri Maryono mengaku, pembebasan lahan di wilayahnya menyisakan TKD, fasilitas umum (fasum), dan fasilitas sosial (fasos). Pengerjaan fisik kini pun belum maksimal.
Paket satu agak berhenti, sedangkan paket 2 berjalan tapi tidak begitu ramai. "Belum maksimal kalau fisik," kata Tri, sapaan akrabnya.
Dia menuturkan, belum optimalnya pengerjaan fisik disebabkan efisiensi anggaran. Bahkan, pembangunan berpotensi molor. "Awal itu Desember 2026, molor di 2028, perkiraan 2030 ini sudah jadi atau belum. Karena sekarang masih seperti ini," keluh dia.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro Retno Wulandari mengatakan, pengerjaan fisik di 36,7 persen per Januari. Target selesai di 2028.
"Untuk pembebasan kahan dari 666 bidang sudah selesai 622 bidang," jelasnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana