RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro 2027 mendatang maksimal Rp 5,8 triliun (T), berbeda dengan tahun sebelumnya yang selalu di atas Rp 6 T.
Tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) menyiapkan tiga skema besaran APBD 2027. Menyesuaikan serapan APBD 2026, proyeksinya tak lebih dari Rp 5,8 triliun.
‘’Kerangka pendanaan ranwal (rancangan awal) RKPD (rencana kerja pemerintah daerah) menyesuaikan kondisi riil saat ini, di mana kekuatan APBD mengacu proyeksi PAD (pendapatan asli daerah) dan DBH (dana bagi hasil) 2026,’’ kata Ketua TAPD Bojonegoro, Edi Susanto.
Edi melanjutkan, proyeksi pendapatan di angka Rp 4,6 triliun, sedangkan belanja Rp 4,4 triliun. Dari sisi pembiayaan estimasi 2027 menyiapkan beberapa skenario.
‘’Apabila penyerapan APBD 90 persen, 85 persen, dan 80 persen. Jika estimasi serapan 90 persen maka ada proyeksi silpa (sida lebih pembiayaan anggaran) Rp 559,9 miliar,’’ jelasnya.
Sehingga, lanjut dia, APBD 2027 diproyeksi Rp 5,2 triliun. Sementara, jika serapan di 85 persen, silpa sebesar Rp 899,9 miliar dan postur APBD di Rp 5,5 triliun. Dan, kalau serapan di 80 persen dengan silpa Rp 1,1 triliun maka proyeksi APBD di Rp 5,8 triliun.
‘’Dengan pengeluaran pembiayaan, komitmen di 2027 terkait dana abadi Rp 750 miliar dan BUMD pangan mandiri Rp 12,7 miliar dengan total Rp 762 miliar. Total APBD sesuai ranwal 2027 (jika serapan 90 persen), maka sebesar Rp 5,2 triliun,’’ terang mantan sekwan DPRD itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana