RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kecamatan Padangan di Kabupaten Bojonegoro bak ibu kota negara atau IKN-nya Bojonegoro.
Kental dengan sejarah sebagai kota tua bahkan memiliki banyak potensi desa dan wisata. Tersebar di lima desa.
Kecamatan satu ini mungkin sudah tak asing bagi masyarakat lokal maupun luar kabupaten. Jujugan wilayah perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah selain Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.
Lokasinya dari pusat kota Alum-Alun Bojonegoro sekitar 35 kilometer (KM). Bisa ditempuh kisaran 45 menit dengan motor.
Saat sampai Kota Tua ini, masyarakat bisa memilih sejumlah wisata dikunjungi. Bahkan, bisa menggunakan jasa open trip (OT) kalau ada jadwal.
Berdasar data Kecamatan Padangan, tercatat tujuh potensi desa dan wisata tersebar di lima desa.
Di antaranya Waduk Sonorejo di Desa Sonorejo; Waduk Tirto Agung di Desa Prangi; Museum Padangan Heritage dan Kota Tua di Desa Padangan; Tempat Makan Menak Angrung dan Pasar Seni Padangan di Desa Kuncen; serta Pasar Minggon atau Mingguan di Desa Dengok.
Camat Padangan Novita Sari menyampaikan, adanya sejumlah potensi patut disyukuri dan berencana membuka trip Kota Tua Padangan sebagai paket wisata.
‘’Terinspirasi dari Tour Bromo, Merapi, ataupun Borobudur. Nanti start (mulai, red) dari Terminal Padangan naik andong ke Padangan Heritage, kemudian makam Menang Angrung, Waduk Sonorejo, Pasar Seni, dan balik ke titik awal,’’ jelasnya.
Novita mengaku, kecamatan sebagai inisiator saja. Selebihnya menggandeng desa karang taruna, badan usaha milik desa (BUMDes), perusahaan daerah (PD) pasar, terminal, serta dinas perhubungan (dishub).
‘’Ini masih persiapan, Insyaallah launching sebelum lebaran. Kami ambil momen mudik,’’ tuturnya.
Selain itu, Novita membeberkan rencana pengajuan daerah pedestrian di segi emasnya Kecamatan Padangan atau view kota.
Rutenya mulai Musala Menak Anggrung sampai sisi lampu merah dan Jembatan Kasiman. ‘’Belum tahu kapan realisasi, mudah-mudahan (tahun ini, red) ya. Secara Padangan kan IKN-nya Bojonegoro, semoga menjadi prioritas,’’ harap mantan Kecamatan Kasiman itu.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa (Kades) Sonorejo, Kecamatan Padangan Sundoko membenarkan ada waduk di desa dipimpinnya.
Bahkan, kini ramai dikunjungi warga. ‘’Alhamdulillah kondisi saat ini ramai. Sebenarnya sudah lama ada Waduk Sonorejo, hanga baru ini trending,’’ pungkas dia. (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko