RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Peta politik di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem mulai tampak, mulai aktornya hingga kepentingannya. Setelah Wakil Bupati Nurul Azizah turun langsung menemui warga di Balai Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem.
Meski kehadiran wabup didampingi kepala dinas pemberdayaan masyarakat (DPMD). Namun, BPD setempat yang memiliki kewajiban mengisi kekosongan kepala desa tidak tampak menemui untuk mencari solusi.
"Bila BPD tidak bisa melaksanakan tahapan pilkades PAW sesuai berita acara yang sudah dibuat sebagai kesepakatan dengan masyarakat, maka roda kepemerintahan desa dipimpin pj kades," tegas perempuan akrab disapa Nurul itu, kemarin (14/2).
Disinggung perihal penjabatan pj kades dan skema pergantian BPD, pihaknya mengatakan, kalau BPD tidak melaksanakan kewajiban sebagai bentuk pelanggaran, dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) akan meminta klarifikasi BPD setempat terkait alasan belum dilaksanakannya tahapan pilkades PAW.
"DPMD akan klarifikasi kepada BPD terkait alasan-alasan mengapa demikian. Ditunggu nggih (ya, red)," imbuhnya melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu, Naryo, warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem mengaku, belum bisa menemui BPD hingga kemarin. Baik ketua, wakil, maupun anggota. Menurutnya, berdasar informasi pihak keluarga, BPD belum pulang ke rumah.
"Belum ada (kepastian), karena memang sudah di-setting (atur, red) dari yang punya kepentingan pribadi akan hal ini," tudingnya.
Dia menambahkan, pada Jumat (13/2) wabup menemui warga di balai desa. Namun, belum memberi keputusan pasti. "Beliau bilang setelah malam kejadian mau mengadakan raker dari pihak pemkab, kejari, dan polres," katanya.
Dia melanjutkan, banyak masyarakat setempat berharap pilkades PAW digelar berdasarkan kartu keluarga atau KK. "Kami sampaikan ke wabup, jika itu tidak terealisasi maka masyarakat menolak sepenuh hati kalau PAW dilakukan secara musyawarah. Karena kondisi seperti ini pihak BPD yang sudah ingkar janji dan lepas tanggung jawab," ujarnya.
Naryo menambahkan, lebih memilih dipimpin pj kades ketimbang PAW musyawarah desa (musdes). "Lebih baik dipegang pj kades daripada PAW musyawarah mufakat," tandasnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana