RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan performa yang mengesankan.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro merilis sejumlah data capaian positif, terutama produksi gabah, ketersediaan dan penyaluran pupuk, serta peningkatan luas tanam komoditas tembakau.
Produksi Gabah Lampaui Target
Kepala DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani mengungkapkan, bahwa produksi gabah di Bojonegoro mengalami peningkatan signifikan.
Bahkan, pada tahun 2025, produksi padi Bojonegoro tercatat naik sekitar 24,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini merupakan yang terbesar dalam sepuluh tahun terakhir.
"Dengan capaian ini, Kabupaten Bojonegoro kini berada di posisi kedua sebagai produsen padi terbesar di Jawa Timur, dengan total produksi mencapai sekitar 886 ribu ton," ujar Zaenal.
Angka ini hanya selisih tipis di bawah Kabupaten Lamongan. DKPP optimistis Bojonegoro dapat terus meningkatkan produktivitas guna mencapai target sebagai lumbung padi terbesar kedua se-Jawa Timur.
Mengenai kebutuhan pupuk bagi petani, DKPP Bojonegoro memastikan bahwa stok pupuk bersubsidi dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan musim tanam.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus melakukan upaya pengawasan ketat terhadap distribusi pupuk, melibatkan berbagai pihak termasuk distributor dan kelompok tani.
Untuk mengantisipasi kebutuhan petani pada musim tanam ketiga, terutama di akhir tahun 2025, DKPP juga berencana mengusulkan tambahan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 13.460 ton kepada DKPP Provinsi Jawa Timur.
Pemerintah juga telah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sejak Oktober 2025, yang diharapkan dapat meringankan beban petani dan mendorong peningkatan produksi pertanian.
Pertanian tembakau tunjukkan peningkatan luas lahan, capaian positif juga terlihat pada komoditas perkebunan, khususnya tembakau. DKPP mencatat adanya peningkatan luas lahan tanaman tembakau pada tahun 2024 dan 2025.
Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga telah merealisasikan bantuan hibah pupuk NPK non-subsidi untuk petani tembakau, yang didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT).
Pupuk NPK ini disalurkan mengingat komoditas tembakau tidak lagi mendapat alokasi pupuk bersubsidi sesuai Permentan Nomor 10 Tahun 2022. Realisasi penyaluran pupuk untuk tembakau mencapai sekitar 502 ton.
Secara keseluruhan, DKPP Bojonegoro menegaskan bahwa berbagai capaian ini merupakan hasil dari sinergi program pemerintah, penyediaan benih unggul, pupuk yang memadai, serta jaringan irigasi yang mendukung, sehingga produktivitas pertanian di Bojonegoro dapat terus meningkat. (*/sfh)
Editor : Bhagas Dani Purwoko