RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Intervensi program untuk menekan kemiskinan di Bojonegoro belum berjalan maksimal, realisasi domba kesejahteraan perlu dikawal.
Penyaluran program domba kesejahteraan ditargetkan selesai pada akhir November ini. Program tersebut menyasar 1.200 keluarga penerima manfaat (KPM). Hingga kemarin (13/11) baru tersalurkan 239 KPM.
Program domba kesejahteraan dianggarakan Rp 6 miliar (M) dengan total 2.400 domba yang akan disalurkan. Terlebih setiap KPM menerima sepasang domba, yaitu jantan dan betina.
Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Lutfi Nurrahman mengatakan, domba kesejahteraan sudah tersalurkan ke 239 KPM. Sementara jumlah total sebanyak 1.200 KPM.
Setiap KPM mendapatkan dua ekor domba atau sepasang domba jantan dan betina.
Sehingga total terdapat 2.400 ekor domba yang akan disalurkan. Total anggaran sebesar Rp 6 M.
‘’Termasuk mendapatkan pakan konsentrat sebanyak 100 kilogram,” ungkapnya.
Menurut Lutfi sebelum menerima domba kesejahteraan, KPM mengikuti bimbingan teknis (bimtek) ilmu dasar pemeliharaan domba. Sehingga penerima program memiliki pengetahuan dan wawasan cara memelihara domba. Termasuk kesehatan domba.
‘’Dibekali dengan ilmu dasar pemerliharaan domba, baru diberikan domba,” terangnya.
Bimtek saat ini sudah terlaksana di empat titik dari 17 titik. Sehingga menyisakan 13 titik bimtek.
‘’Beberapa kecamatan digabung ke satu titik,” jelasnya.
Lutfi mengaku sedang berupaya untuk mengebut penyaluran domba kesejahteraan. Sehingga November ini penyaluran ditargerkan selesai.
‘’Kami keliling untuk melakukan bimtek,” ujarnya.
Camat Kasiman Novita Sari mengatakan di Kecamatan Kasiman terdapat 30 KPM yang menerima domba kesejahteraan. Setiap KPM menerima sepasang domba dan pakan 100 kilogram.
Menurut Novita program ini harus benar-benar membuahkan hasil. Tertu masyarakat penerima perlu fokus merawat dan mengembangkan ternak. Sehingga ke depan bisa bertransformasi tidak hanya menjadi peternak tapi jadi pengusaha peternakan
‘’Tentu akhirnya dapat menurunkan angka kemiskinan di Bojonegoro, Kasiman khususnya. Melalui domba, gayatri dan lele, semester depan angka kemiskinan Kasiman tinggal satu digit,” ungkapnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana