Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bansos Digerojok di Kantong Kemiskinan Bojonegoro, Meliputi Kecamatan Ngasem, Kedungadem, dan Tambakrejo

Yana Dwi Kurniya Wati • Rabu, 12 November 2025 | 14:00 WIB
BURUH TANI: Buruh tani sedang mengangkut hasil panen petani, sejak 2022 kantong kemiskinan tertinggi di Kecamatan Kedungadem, Ngasem, dan Tambakrejo.
BURUH TANI: Buruh tani sedang mengangkut hasil panen petani, sejak 2022 kantong kemiskinan tertinggi di Kecamatan Kedungadem, Ngasem, dan Tambakrejo.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bergesernya kantong kemiskinan tertinggi dari Kecamatan Kedungadem ke Kecamatan Ngasem, tentu menjadi perhatian serius Pemkab Bojonegoro.

Sejak 2022, Kecamatan Kedungadem dan Tambakrejo selalu beriringan dengan Kecamatan Ngasem menjadi peringkat tiga teratas kantong kemiskinan. Tiga kecamatan itu menerima proporsi bantuan sosial (bansos) dan program tertinggi.

Kepala Badan Perancanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Achmad Gunawan Ferdiansyah mengatakan, sejumlah program yang digelontorkan memberi proporsi lebih tinggi untuk tiga kecamatan itu.

Misalnya program gerakan ayam petelur mandiri (gayatri) dan domba kesejahteraan. ‘’Untuk tiga kecamatan tersebut (Ngasem, Kedungadem, dan Tambakrejo) diberikan dengan proporsi tertinggi, sesuai dengan persentase kemiskinan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (11/10).

Menurut dia, juga BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja rentan  dan pemberian bansos kemiskinan dan kemiskinan ekstrem yang diberikan sesuai data mandiri kemiskinan daerah (damisda).

‘’Juga program kolega (kolam lele keluarga), sasaran diambil sesuai dengan persentase kemiskinan kecamatan,” tegasnya.

Dia menambahkan, di tiga kecamatan telah diberi intervensi kemiskinan dengan angka lebih tinggi. Berkorelasi dengan jumlah kemiskinannya. Program-program itu masih berlanjut untuk tahun depan.  ‘’Program masih berlanjut di 2026,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Tambakrejo Kasmari membenarkan, jumlah penduduk miskin di daerahnya masih di angka 3.545 jiwa. Jumlah tersebut berkurang dari tahun sebelumnya. ‘’Indikatornya keberhasilan intervensi program dari pemerintah,” katanya terpisah.

Menurutnya, peningkatan pendapatan dan validnya data membuat angka riil jumlah kemiskinan. Dilakukan verifikasi dan validasi (verval) setiap semester oleh pemerintah desa (pemdes).

‘’Kini semakin valid dan lengkap isian data kemiskinan dari masing-masing keluarga,” beber mantan Camat Kapas itu. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kemiskinan #kantong kemiskinan #kolega #Ayam petelur #Ngasem #Kedungadem #gayatri #pemkab bojonegoro #Bappeda #bojonegoro #Bansos #bantuan #Lele