RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bojonegoro bakal memiliki sport center atau pusat olahraga. Sport center sedang dibangun di Jalan Veteran, tepatnya di timur komplek gedung DPRD Bojonegoro dengan pagu Rp 16,5 miliar (M). Pembangunan pusat olahraga tersebut ditargetkan selesai dalam empat bulan atau akhir tahun ini.
Kabid Tata Bangunan Dinas Perumahan Kawasan Permu kiman dan Cipta Karya Bojonegoro Beny Kurniawan mengatakan, sport center dibangunan di kawasan Jalan Veteran, tepatnya di komplek gedung DPRD.
‘’Di timur gedung DPRD,” jelasnya. Beny menjelaskan, saat ini sedang proses pengurukan dan pemasangan tiang pancang. Pembangunan ditaget seleksi dalam empat bulan. Sehingga pembangunan harus berpacu dengan waktu hingga cuaca.
Menurut Beny, pagu pembangunan sport center sebesar Rp 16,5 M. Anggaran tersebut berasal dari induk APBD 2025.
‘’Sport center dibangun kecil. Tidak sebesar GOR Utama di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander,’’ tegasnya.
Pihaknya memastikan sport center tersebut difungsikan untuk olahraga futsal, tenis, basket, hingga bulutangkis. Terlebih lapangan sama, hanya beda beberapa garis batas saja.
Terkait pengelolaan sport center kedepannya, Beny mengaku sport center bakal diserakan ke Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) untuk pengelolaan dan pemeliharaan atau Sekretariat Dewan terlebih sport center berada di kompleks gedung DPRD.
Baca Juga: Rajin Adakan Turnamen dan Latihan Sepak Bola dan Voli, Pemdes Jatigede Berharap Pembangunan GOR
Akademisi olahraga Mohammad Dai mengatakanpembangunan Sport Center Bojonegoro senilai Rp16,5 miliar dari APBD 2025 adalah langkah strategis. Namun harus dikawal ketat agar tidak sekadar jadi proyek mercusuar.
Artinya tidak sebagai proyek-proyek pembangunan berskala besar yang bertujuan untuk meningkatkan citra. ‘’Menyambut baik hadirnya sport center,” jelasnya.
Menurut Dai fasilitas ini berpotensi besar mendukung pendidikan, praktik mahasiswa, serta riset olahraga. Tapi hingga kini, pelibatan institusi pendidikan dalam perencanaan belum terlihat jelas, padahal kolaborasi ini penting untuk memastikan kebermanfaatan jangka panjang.
Dai menambahkan fasilitas yang dibangun di sport center harusnya tidak hanya fokus pada olahraga populer seperti sepak bola, basket, atau tenis. Tetapi juga memperhatikan cabang-cabang olahraga alternatif yang belum memiliki fasilitas latihan.
‘’Olahraga yang selama ini kurang mendapat dukungan infrastruktur,” ujarnya. (irv/msu)